Warga Tobelo Mulai Tercekik Abu Dukono, BPBD Halut Serbu Titik Keramaian Bagikan Masker

Sebaran abu dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Utara, terutama Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, hingga Tobelo Selatan.

banner 120x600

Halut – Langit Tobelo tak lagi sama dalam beberapa hari terakhir. Sejak erupsi Gunung Dukono terus berlangsung tanpa jeda, abu vulkanik perlahan namun pasti menyelimuti kota menjatuhkan lapisan debu tebal di atap rumah, jalanan, hingga wajah-wajah warga yang terpaksa tetap beraktivitas. Situasi ini bukan lagi kejadian sesaat, melainkan ancaman yang terus berulang dari hari ke hari.

Sebaran abu dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Utara, terutama Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, hingga Tobelo Selatan. Intensitas erupsi yang masih fluktuatif membuat masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap risiko gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara bergerak cepat. Selain melakukan sosialisasi, tim BPBD juga turun langsung ke lapangan membagikan masker kepada masyarakat dan berbagai lembaga.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat. “Kami melakukan sosialisasi sekaligus pembagian masker kepada masyarakat maupun beberapa lembaga seperti dinas, perkantoran, pemerintah desa, hingga kampus. Ini penting agar masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di tengah kondisi abu vulkanik,” ujar Hentje, Jumat (17/4).

Distribusi masker dilakukan secara masif di berbagai titik keramaian. Mulai dari perempatan Tobelo Terang, depan Polres, RSUD Tobelo, bundaran Hibualamo, hingga pusat aktivitas ekonomi seperti Pasar Modern, Pasar Wosia, dan kawasan pertokoan. Sejumlah lokasi lain seperti Hotel Marahai, serta titik publik depan kampus Padamara juga menjadi sasaran pembagian.

Dalam dua hari terakhir, BPBD mencatat sebanyak 11.750 lembar masker telah disalurkan kepada masyarakat. Jumlah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah menghadapi situasi erupsi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Hentje menegaskan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih berlangsung dan berpotensi terus memuntahkan abu dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat agar disiplin mengikuti arahan dari pemerintah. “Mengingat aktivitas gunung ini masih berlangsung, kami berharap semua pihak dapat mengikuti imbauan dari dinas terkait, terutama penggunaan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak langsung dari hujan abu yang terjadi beberapa hari terakhir. Selain membuat lingkungan kotor, abu juga mengganggu jarak pandang serta menyebabkan iritasi ringan pada mata dan saluran pernapasan.

Dengan kondisi erupsi yang masih aktif, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama. Langkah cepat BPBD diharapkan mampu menekan risiko kesehatan, sekaligus menjaga aktivitas warga tetap berjalan di tengah bayang-bayang abu vulkanik Gunung Dukono yang belum reda. (red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *