PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

SMPN 1 Halut Luluskan 472 Siswa, Kepsek Ingatkan Tertib Administrasi Ijazah Digital

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | ​TOBELO — Lapangan SMP Negeri 1 Halmahera Utara menjadi saksi momen emosional ratusan siswa kelas IX saat menerima ketetapan resmi hasil kelulusan Tahun Ajaran 2025/2026, Rabu (3/6). Agenda krusial yang mengintegrasikan pengarahan administratif serta refleksi akademik ini berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, seluruh jajaran dewan guru, serta orang tua atau wali murid kelas IX.

​Pengumuman kelulusan tahun ini secara yuridis didasarkan pada dokumen formal yang dikeluarkan oleh pihak otoritas sekolah. Kepala Sekolah secara resmi menerbitkan Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 1 Halmahera Utara Nomor: 421.3/001/154/2026 tentang Penetapan Kelulusan Peserta Didik Tahun Pelajaran 2025/2026. Surat keputusan tersebut ditandatangani di Tobelo setelah menimbang capaian kompetensi ujian sekolah serta hasil keputusan Rapat Dewan Guru yang diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2026 lalu.

​Merujuk pada lampiran resmi keputusan tersebut, dari total keseluruhan peserta didik kelas IX yang mengikuti organisasi penilaian akhir, sebanyak 472 siswa dinyatakan lulus. Angka ini mencerminkan persentase kelulusan yang luar biasa tinggi, yakni mencapai 99,79 persen, sementara 1 siswa tercatat belum memenuhi kriteria kelulusan akademik pada tahun ajaran ini.

​Kepala SMP Negeri 1 Halmahera Utara, Peter Antonius Tjandua, dalam pidatonya menyatakan kelulusan ini merupakan buah dari konsistensi, integrasi karakter, dan kerja keras kolektif. Ia meminta momentum perpisahan ini disikapi dengan rasa syukur dan kebanggaan bersama, bukan dengan kesedihan yang destruktif.

​”Mungkin ini menjadi salah satu pertemuan terakhir kita sebelum anak-anak melanjutkan perjalanan mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Saya berharap pertemuan ini bukan menjadi pertemuan yang membuat hati orang tua bersedih, melainkan menjadi momen yang menghadirkan rasa bangga atas perjuangan dan pencapaian putra-putri kita selama menempuh pendidikan di sekolah ini,” ungkap Peter.

​Ia menambahkan selama tiga tahun masa penempaan, para siswa telah menorehkan prestasi membanggakan pada rumpun akademik maupun nonakademik. Kendati demikian, Peter juga menyelipkan diktum peringatan keras (strong warning) yang bersifat administratif-teknologis. Di era digitalisasi pendidikan, keterlambatan penanganan dokumen kelulusan dapat berdampak fatal bagi karier akademik siswa di tingkat lanjutan.

​”Perlu saya sampaikan bahwa saat ini seluruh administrasi pendidikan telah menggunakan sistem aplikasi yang terhubung langsung dengan pusat. Jika terjadi keterlambatan atau terdapat kesalahan data yang tidak segera diketahui, proses perbaikannya dapat memakan waktu yang cukup lama. Karena itu, saya berharap setelah kelulusan diumumkan, seluruh siswa dapat segera mengurus dan mengambil ijazahnya sebelum akhir tahun agar tidak menimbulkan kendala administrasi di kemudian hari,” tegas Peter.

​Suasana haru kian terasa saat perwakilan orang tua murid, Doraino Hohary, naik memberikan testimoni publik di hadapan jajaran pimpinan, wakil kepala sekolah, dan dewan guru. Pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik yang dinilai berhasil menjaga ritme psikologis anak-anak dalam melewati fase transisi remaja yang penuh dinamika di Halmahera Utara.

​”Mewakili seluruh orang tua murid kelas IX, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan seluruh Bapak/Ibu Guru. Tugas mendidik anak-anak di usia remaja tentu tidak mudah. Namun, di sekolah ini, anak-anak kami tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk karakternya menjadi lebih disiplin dan dewasa,” tutur Doraino.

​Doraino menegaskan, penyerahan kembali anak didik kepada orang tua hari ini dilakukan dengan kepala tegak dan rasa bangga. “Kami menitipkan anak-anak kami tiga tahun lalu dengan penuh harapan, dan hari ini kami menjemput mereka kembali dengan rasa bangga yang luar biasa. Perjuangan para guru akan selalu menjadi fondasi bagi masa depan anak-anak kami,” lanjutnya.

​Sebagai representasi dari 472 siswa yang berhasil menyelesaikan studi, Cheren Meyske Mataheru selaku perwakilan siswa kelas IX, menyampaikan pidato perpisahan yang menyentuh esensi terdalam dari sebuah institusi sekolah. Menurutnya, SMPN 1 Halmahera Utara bukan sekadar tempat transfer pengetahuan, melainkan ruang pembentukan nilai kemanusiaan.

​”Yang penuh tawa, canda, suka dan duka, tugas-tugas yang menumpuk, berbagai kegiatan sekolah, hingga tantangan yang pernah kami hadapi bersama. Semua itu telah menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kami hingga dapat berdiri di titik ini. Di sekolah inilah kami belajar bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang persahabatan, tanggung jawab, kerja keras, dan arti sebuah perjuangan,” kenang Sheren sembari menahan air mata.

​Sheren juga secara khusus menggarisbawahi perspektif para siswa terhadap disiplin ketat dan teguran yang selama ini diterapkan oleh pihak sekolah, memandangnya sebagai instrumen proteksi dan kasih sayang guru. ​”Kami menyadari bahwa setiap nasihat, arahan, bimbingan, bahkan teguran yang diberikan kepada kami merupakan wujud kasih sayang, perhatian, dan kepedulian agar kami dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih siap menghadapi masa depan. Terima kasih atas kesabaran yang tidak pernah habis,” pungkasnya.

​Prosesi pengumuman hasil kelulusan ini ditutup dengan tertib melalui jabat tangan formal antara siswa, orang tua, dewan guru, serta pimpinan sekolah sebagai simbolisasi pengembalian siswa kepada orang tua, serta dokumentasi bersama di bawah langit Tobelo. Kegiatan ini secara resmi menandai selesainya satu babak penting dalam peta jalan pendidikan menengah di Kabupaten Halmahera Utara. (khi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *