Halut — Bau cat yang memudar dan retakan di sejumlah sudut bangunan menyambut langkah Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, saat memasuki Puskesmas Galela, Kecamatan Galela, Kamis (16/4). Di balik kesiapan tenaga kesehatan yang tampak sigap, tersimpan persoalan lain yang tak kalah mendesak: kondisi infrastruktur yang kian menua dan dinilai tak lagi memenuhi standar layanan, khususnya rawat inap.
Inspeksi mendadak itu memperlihatkan kontras antara kecukupan sumber daya manusia dan keterbatasan fasilitas. Seluruh tenaga kesehatan, termasuk kepala puskesmas, terpantau berada di tempat saat sidak berlangsung. “Dari sisi SDM, saya lihat sudah cukup. Semua tenaga kesehatan hadir dan menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Kasman di sela-sela peninjauan.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan utama justru terletak pada kondisi fisik bangunan. Menurut dia, sejumlah bagian puskesmas sudah tidak layak digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih untuk rawat inap. “Bangunan ini sudah tidak memenuhi standar sebagai puskesmas rawat inap. Ini harus segera dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” ujarnya.
Kasman mengatakan, pemerintah daerah akan segera mengusulkan rehabilitasi bangunan Puskesmas Galela. Di saat yang sama, perencanaan pembangunan fasilitas baru yang lebih representatif juga tengah disiapkan sebagai solusi jangka panjang.
Ia mengingatkan, kondisi bangunan yang terus mengalami penurunan kualitas berpotensi merusak peralatan medis yang ada. Selain itu, keterbatasan ruang juga menjadi persoalan serius yang dapat memengaruhi penilaian akreditasi puskesmas. “Kalau ruangannya terbatas dan tidak sesuai standar, ini bisa berdampak pada akreditasi. Ini yang harus kita antisipasi sejak sekarang,” kata dia.
Dalam sidak tersebut, Kasman menemukan sejumlah ruangan yang membutuhkan perbaikan karena mengalami kerusakan. Ruangan-ruangan itu antara lain unit gawat darurat (UGD), ruang rapat, laboratorium, ruang tata usaha (TU), ruang dokter, serta area penunjang tenaga surya.
Sementara itu, untuk layanan rawat inap, Puskesmas Galela saat ini hanya memiliki delapan tempat tidur yang terbagi dalam dua ruangan, masing-masing untuk pasien laki-laki dan perempuan. Keterbatasan ini dinilai belum ideal untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kata Kasman, berkomitmen segera menindaklanjuti temuan hasil sidak tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan. “Kami akan segera tindak lanjuti hasil sidak ini. Tujuannya jelas, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Galela, bisa lebih baik,” ujarnya. (red)














