Sekolah Diliburkan, Pemda Halut Kebut Distribusi Masker di Tengah Erupsi Dukono

Sekda juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila intensitas abu meningkat. Bahkan, pemerintah daerah telah mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas sekolah sementara.

banner 120x600

Halut — Aktivitas erupsi Gunung Dukono dalam beberapa hari terakhir kian mengganggu kehidupan warga di Kabupaten Halmahera Utara. Hujan abu vulkanik yang turun hampir setiap hari memaksa masyarakat membatasi aktivitas luar rumah, terutama di wilayah Tobelo dan sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara merespons cepat situasi ini. Dipimpin Sekretaris Daerah, Drs. E.J. Papilaya, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Sandra C. Papilaya dan Kepala Pelaksana BPBD Halut Hentje Hetharia, tim turun langsung ke lapangan membagikan masker sekaligus melakukan sosialisasi di sejumlah titik keramaian di Kecamatan Tobelo, Tobelo Tengah, dan Tobelo Utara, Sabtu (18/4).

Sekda Halmahera Utara, E.J. Papilaya, menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan warga di tengah paparan abu vulkanik. “Karena erupsi abu gunung, Pemda Halmahera Utara bagi-bagi masker ke masyarakat sekaligus sosialisasi supaya masyarakat tetap sehat sesuai arahan Bupati Dr. Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad,” ujarnya.

Sekda juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila intensitas abu meningkat. Bahkan, pemerintah daerah telah mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas sekolah sementara. “Karena banyaknya abu gunung yang turun, kemarin Jumat (17/4), kami meliburkan anak-anak sekolah demi kesehatan siswa tetap tejaga. Mereka akan masuk sekolah kembali dengan melihat situasi jika abu gunung sudah reda,” katanya.

Di lapangan, masker dibagikan kepada pengendara maupun pejalan kaki yang kedapatan tidak menggunakan pelindung. Papilaya menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi situasi ini. “Kami sampaikan kepada warga Halmahera Utara terutama Tobelo dan sekitarnya, ketika ada erupsi abu gunung diharapkan untuk memakai masker supaya kita semua tetap sehat. Apalagi para pengendara dan pejalan kaki. Kita semua bisa saling mengingatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia, mengungkapkan hingga hari ini pihaknya telah menyalurkan ribuan masker kepada warga terdampak. “Pembagian masker sejak pagi tadi kepada masyarakat terdampak berjumlah 4.900 lembar,” kata Hentje.

BPBD juga mengeluarkan peringatan khusus bagi para pendaki untuk tidak mendekati kawasan gunung. “Kami menghimbau kepada pendaki Gunung Dukono untuk sementara waktu tidak melakukan pendakian sampai kondisi gunung kembali normal,” ujarnya.

Erupsi Gunung Dukono yang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia ini kembali menjadi ujian bagi warga Halmahera Utara, memaksa pemerintah dan masyarakat bergerak cepat demi meminimalkan risiko kesehatan dan keselamatan. (red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *