KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) resmi menarik 30 peserta Alumni Pejuang Digital (APD) Program Pendidikan Numerasi dan Literasi Halmahera (PENHAL) yang selama masa pengabdian bertugas mendampingi 30 sekolah dasar di berbagai wilayah Halmahera Utara.
Kegiatan penarikan berlangsung di Ruang Rapat Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halmahera Utara, Selasa (23/6), dan dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Halut Wenas Rompis yang mewakili Bupati Halmahera Utara, Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Halim Muharram, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halut Hertje Manuel, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah, serta peserta APD PENHAL.
Penarikan tersebut menandai berakhirnya masa pengabdian para Alumni Pejuang Digital yang selama ini terlibat dalam penguatan literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah dasar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dasar sekaligus mempercepat adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi pembelajaran.
Dalam pengantarnya, Widyaprada Utama Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Halim Muharram, menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari aktivitas yang dilakukan selama pendampingan, tetapi dari kemampuan sekolah melanjutkan pengetahuan dan praktik baik yang telah dibangun bersama.
“Ada ungkapan yang sering kita dengar, jika seseorang diberi seekor ikan maka ia akan makan sehari. Tetapi jika dia diajarkan cara menangkap ikan, maka manfaatnya dapat dirasakan sepanjang hidup. Filosofi itulah yang saya lihat dalam program Alumni Pejuang Digital. Mereka tidak datang untuk memberikan solusi sesaat, tetapi membantu sekolah membangun kemampuan dan kemandiriannya sendiri,” ujar Halim.
Menurutnya, kehadiran 30 Alumni Pejuang Digital di 30 sekolah dasar telah menjadi bagian penting dari proses transformasi pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Yang paling penting bukan berapa lama mereka berada di sekolah, tetapi pengetahuan, keterampilan, dan semangat perubahan yang ditinggalkan. Ketika guru mampu melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun bersama, maka dampak program ini akan terus hidup meskipun masa pengabdian telah selesai,” katanya.
Halim juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala sekolah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program sejak awal hingga selesai.
“Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah memberikan dukungan, sekolah membuka ruang belajar dan berkolaborasi, sementara para peserta APD menghadirkan energi, gagasan, dan inovasi. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap hubungan yang telah terbangun antara para peserta APD dan sekolah-sekolah di Halmahera Utara tetap terjaga meskipun program telah berakhir.
“Pengabdian boleh selesai, tetapi semangat untuk berkontribusi bagi pendidikan tidak boleh berhenti. Apa yang telah ditanamkan hari ini akan menjadi bagian dari perjalanan panjang peningkatan mutu pendidikan di Halmahera Utara,” tuturnya.
Mewakili Bupati Halmahera Utara, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Halut Wenas Rompis menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para Alumni Pejuang Digital yang telah menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan dukungan anggaran, tetapi juga kolaborasi berbagai pihak yang mampu menghadirkan inovasi di tingkat sekolah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta APD PENHAL yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini. Kehadiran mereka telah memberikan nilai tambah bagi sekolah melalui berbagai inovasi dan pendampingan yang dilakukan selama program berlangsung,” kata Wenas.
Ia berharap semangat kolaborasi yang telah dibangun selama pelaksanaan program dapat terus dilanjutkan oleh sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikan.
“Transformasi pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pengalaman dan praktik baik yang telah ditinggalkan melalui program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh guru, peserta didik, dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Utara Hertje Manuel menilai APD PENHAL telah memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, berbagai pendekatan dan inovasi yang diperkenalkan selama masa pendampingan telah membantu sekolah menjadi lebih adaptif terhadap perubahan serta kebutuhan pendidikan masa kini.
“Program ini memberikan dampak yang nyata bagi sekolah-sekolah penerima manfaat. Kami melihat adanya peningkatan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi yang semakin baik dalam pembelajaran, serta tumbuhnya budaya belajar yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Hertje.
Ia berharap seluruh praktik baik yang telah dibangun bersama para Alumni Pejuang Digital dapat terus dilanjutkan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Meskipun masa pengabdian telah berakhir, kami berharap hubungan baik yang telah terjalin tetap terjaga. Pengetahuan dan pengalaman yang telah dibagikan selama program berlangsung menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Halmahera Utara,” katanya.
Penarikan APD PENHAL menandai berakhirnya satu fase pengabdian para peserta di Halmahera Utara. Namun demikian, fondasi yang telah dibangun melalui penguatan literasi, numerasi, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital di 30 sekolah dasar diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Dengan berakhirnya program tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara berharap semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas pendidikan, dan generasi muda tetap terjaga guna mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di masa depan. (ask)














