KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kembali memperkuat sinergi dengan dunia akademik melalui penerimaan resmi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate, dan Universitas Halmahera (UNIERA) Tobelo.
Program pengabdian lintas perguruan tinggi tersebut memasuki tahun keempat pelaksanaannya sejak pertama kali digelar pada 2023. Kehadiran mahasiswa dari tiga kampus ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan potensi lokal di Halmahera Utara.
Prosesi penerimaan berlangsung di Ruang FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (22/6). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Halut Wenas Rompis, Kepala Dinas Sosial Andarias Masakke Panimba, para dosen pembimbing lapangan, kepala desa lokasi penempatan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Sebanyak 66 mahasiswa terlibat dalam KKN Kolaborasi 2026. Mereka terdiri atas 30 mahasiswa UGM, 20 mahasiswa UNKHAIR, dan 16 mahasiswa UNIERA yang akan menjalankan program pengabdian di lima desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Halmahera Utara.
Kelima desa tersebut meliputi Desa MKCM dan Desa Gamsungi di Kecamatan Tobelo, Desa Mahiya dan Desa Tanjung Niara di Kecamatan Tobelo Tengah, serta Desa Pale di Kecamatan Tobelo Selatan.
Program ini turut didampingi sejumlah akademisi dari masing-masing perguruan tinggi. Universitas Halmahera didampingi Dr. Lilian Apituley, Universitas Khairun didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Hamidin Rasud, sedangkan Universitas Gadjah Mada didampingi Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Halmahera Utara, Wenas Rompis menegaskan pelaksanaan KKN Kolaborasi yang konsisten selama empat tahun berturut-turut menunjukkan kuatnya kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi akademik tidak hanya berfungsi sebagai wahana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.
“Kerja sama ini sudah memasuki tahun keempat sejak 2023. Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan berkelanjutan dari tahun ke tahun,” ujar Wenas.
Ia menjelaskan, pelibatan Dinas Sosial dalam proses penerimaan mahasiswa merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan koordinasi dan pendampingan program agar setiap inovasi maupun rekomendasi yang lahir dari kegiatan KKN dapat ditindaklanjuti secara optimal.
Wenas juga meminta seluruh pemerintah desa lokasi penempatan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
“Pemerintah desa diharapkan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kehadiran mahasiswa harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mempercepat berbagai program pembangunan di tingkat desa,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara turut memberikan apresiasi terhadap capaian tiga angkatan KKN Kolaborasi sebelumnya yang dinilai berhasil menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan mahasiswa disebut mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan desa, hingga peningkatan partisipasi warga dalam pembangunan.
Menurut Wenas, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi angkatan 2026 untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis sekaligus menghadirkan inovasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia juga menyoroti kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan kreativitas di tengah berbagai keterbatasan, termasuk saat daerah menghadapi tantangan fiskal dan masa pemulihan pascapandemi.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Yang terpenting adalah kemampuan membangun kolaborasi. Selama ini mahasiswa KKN Kolaborasi telah menunjukkan bahwa kerja sama yang baik antara kampus, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha mampu menghasilkan program yang berdampak,” ujarnya.
KKN Kolaborasi UGM, UNKHAIR, dan UNIERA sendiri telah berkembang menjadi salah satu model pengabdian masyarakat yang memadukan perspektif akademik nasional dengan pemahaman lokal. Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi, rekomendasi, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan desa di Halmahera Utara.
Usai prosesi penerimaan, seluruh mahasiswa dijadwalkan menuju desa penempatan masing-masing untuk memulai rangkaian program pengabdian yang akan berlangsung selama masa KKN.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, KKN Kolaborasi tidak lagi sekadar menjadi agenda akademik tahunan. Program ini telah menjadi ruang sinergi strategis antara kampus, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Utara. (ask)
















