Jakarta – Halmahera Utara resmi memasuki babak baru dalam peta perdagangan internasional. Dengan diterimanya dokumen Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal Barang (IPSKA) dari Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah kini memiliki kewenangan strategis untuk menerbitkan dokumen asal barang dan mempercepat ekspor komoditas unggulan.
Penyerahan dokumen IPSKA dilakukan di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4). Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, hadir langsung dalam agenda tersebut didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nyoter Koenoe serta Kepala Bagian Pemerintahan Oscar Bertho Mene.
Dari pihak Kementerian Perdagangan, penyerahan dokumen dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana, disaksikan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Bayu Nugroho serta Ketua Tim Ketentuan Asal Barang dan Dokumen Keterangan Asal Agung Wicaksono Sochirin.
Bupati Piet menilai pengakuan IPSKA sebagai sinyal kuat bagi penguatan ekonomi daerah. Menurut dia, kewenangan tersebut memungkinkan Halmahera Utara melakukan ekspor secara mandiri tanpa harus bergantung pada daerah lain. “Ini merupakan langkah besar bagi Halmahera Utara dalam memberikan sinyal ekonomi yang kuat. Halmahera Utara menjadi pintu ekspor yang semakin terbuka. Setelah IPSKA resmi dikantongi, kami siap melakukan ekspor sendiri. Ini adalah kemajuan yang telah lama dinantikan demi peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya.
IPSKA berperan penting dalam memverifikasi asal barang sehingga produk ekspor dapat memperoleh fasilitas keringanan atau pembebasan bea masuk di negara tujuan. Selain mempermudah persyaratan dokumen kepabeanan, keberadaan IPSKA juga membuka peluang bagi pelaku usaha daerah untuk terhubung dengan rantai pasok global.
Bupati Piet menegaskan pengakuan dari Kementerian Perdagangan tersebut akan memperkuat daya saing Halmahera Utara di sektor perdagangan. “Ini merupakan momentum baru yang sangat penting bagi Halmahera Utara. Kehadiran IPSKA tidak hanya mempermudah administrasi ekspor, tetapi juga menjadi tiket masuk ke rantai pasok global,” katanya. (red)














