KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Langkah memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Maluku Utara kembali dipertegas melalui kolaborasi antarlembaga. Universitas Khairun (UNKHAIR) dan Universitas Hein Namotemo (UNHENA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai fondasi pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Kampus UNHENA, Kecamatan Tobelo, Jumat (3/7), menjadi tonggak baru dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong lahirnya berbagai program kolaboratif yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing pendidikan tinggi di Maluku Utara.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor UNKHAIR, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, bersama Rektor UNHENA, Dr. Hendriane Namotemo, disaksikan jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Abdullah menegaskan tantangan pendidikan tinggi saat ini menuntut setiap perguruan tinggi meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kolaborasi menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
“Perguruan tinggi saat ini dituntut membangun ekosistem kolaboratif. Tidak ada lagi ruang untuk berkembang secara eksklusif. Sinergi antarkampus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, dan menghasilkan pengabdian yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Abdullah.
Sebagai perguruan tinggi negeri tertua di Maluku Utara, lanjutnya, UNKHAIR memiliki tanggung jawab moral untuk membuka ruang kolaborasi yang luas dengan seluruh perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta yang sedang berkembang.
“UNKHAIR memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengalaman, kapasitas akademik, serta sumber daya yang dimiliki. Kami ingin kemitraan ini melahirkan program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan kerja sama tidak diukur dari penandatanganan dokumen semata, melainkan dari implementasi program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika maupun masyarakat.
“MoU ini bukan tujuan akhir. Ukuran keberhasilannya adalah seberapa cepat kerja sama ini diterjemahkan menjadi penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum, hingga pengabdian kepada masyarakat yang berdampak,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UNHENA, Dr. Hendriane Namotemo, menyambut positif kemitraan tersebut. Ia mengatakan, kerja sama dengan UNKHAIR merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Halmahera Utara.
Menurut Hendriane, komunikasi untuk membangun kemitraan sebenarnya telah dimulai melalui kunjungannya ke UNKHAIR beberapa waktu lalu dan kini diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman yang lebih konkret.
“Kami memandang kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mempercepat penguatan kapasitas institusi. Belajar dari pengalaman UNKHAIR akan menjadi modal berharga bagi UNHENA dalam meningkatkan kualitas tata kelola maupun layanan akademik,” ungkapnya.
Ia menilai UNKHAIR memiliki rekam jejak, pengalaman kelembagaan, dan sumber daya akademik yang dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Sebagai perguruan tinggi yang sama-sama tumbuh di Maluku Utara, kami memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah. Karena itu, kolaborasi ini harus memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi kampus, tetapi juga masyarakat,” ujarnya.
Hendriane berharap implementasi nota kesepahaman dapat segera diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama yang terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Kami berharap implementasi kerja sama dapat segera diwujudkan melalui berbagai program yang terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh dosen, mahasiswa, hingga pemerintah daerah,” tambahnya.
Komitmen mempercepat implementasi kerja sama juga disampaikan Wakil Rektor III UNKHAIR yang turut hadir dalam penandatanganan tersebut. Ia memastikan seluruh poin dalam nota kesepahaman akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat fakultas, program studi, maupun unit pelaksana.
“Kami telah menyiapkan langkah lanjutan agar nota kesepahaman ini segera diturunkan ke dalam Perjanjian Kerja Sama di tingkat fakultas maupun unit pelaksana. Dengan demikian, implementasi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen,” katanya.
Menurutnya, percepatan implementasi menjadi kunci agar kolaborasi dapat menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Maluku Utara.
“Fokus kami adalah memastikan kolaborasi menghasilkan kegiatan akademik yang terukur, mulai dari riset bersama, publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi dosen, hingga pemberdayaan masyarakat. Itulah esensi dari kemitraan yang ingin kami bangun bersama UNHENA,” pungkasnya.
Melalui kemitraan strategis tersebut, UNKHAIR dan UNHENA berkomitmen memperluas kolaborasi dalam penyelenggaraan pendidikan, penguatan penelitian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertukaran akademik, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kedua perguruan tinggi berharap sinergi yang dibangun tidak hanya memperkuat institusi masing-masing, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan Maluku Utara. (ask)














