Halut – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Utara tahun 2026 memasuki tahapan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU). Sebanyak 149 pelajar mengikuti tes tersebut setelah dinyatakan lolos seleksi awal dari total 257 pendaftar.
Pelaksanaan tes berlangsung di Ruang Computer Assisted Test (CAT) Lantai III Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo. Kegiatan diawali dengan apel bersama dan pengarahan dari Asisten II Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Halmahera Utara, Drs. Wenas Rompis.
Wenas mengatakan seleksi Paskibraka tahun ini berlangsung lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya. Ia meminta peserta mempersiapkan diri secara optimal, baik dari segi kemampuan akademik, fisik, maupun mental. “Hari ini adik-adik akan mengikuti tes TWK dan TIU. Selanjutnya pada tanggal 16 dan 17 April akan dilaksanakan tahapan seleksi berikutnya. Karena itu dibutuhkan konsentrasi, stamina, dan kesiapan yang baik dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” kata Wenas.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua peserta akan dinyatakan lulus karena jumlah kebutuhan Paskibraka lebih sedikit dibandingkan jumlah peserta yang mengikuti seleksi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Halmahera Utara, Anwar S. Kabalmay, menjelaskan bahwa seleksi awal telah dilaksanakan pada 7 dan 8 April 2026. Tahapan ini mencakup pemeriksaan tinggi badan, kondisi kaki, serta kemampuan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB). “Tahapan awal ini penting untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti seleksi benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Anwar, standar tinggi badan calon Paskibraka secara nasional adalah 170 sentimeter bagi siswa dan 165 sentimeter bagi siswi. Namun, untuk tingkat Kabupaten Halmahera Utara diberlakukan diskresi, yakni 165 sentimeter bagi siswa dan 160 sentimeter bagi siswi. Adapun seleksi menuju tingkat Provinsi Maluku Utara tetap mengacu pada standar nasional.
Tes TWK dan TIU dilaksanakan dalam tiga sesi, masing-masing diikuti oleh 50 peserta pada sesi pertama dan kedua, serta 49 peserta pada sesi ketiga. Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yang dijadwalkan pada 16 dan 17 April 2026, meliputi tes kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris, kesamaptaan, serta tes kepribadian.
Anwar menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan guna menjaring putra-putri terbaik daerah. “Di dalam ruang tes tidak ada pihak lain yang bisa membantu. Karena itu peserta harus percaya diri dan mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri,” kata dia. (red)














