kierahainsight.id | Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal keterlibatan masyarakat lokal pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang dikerjakan perusahaan Mitra Karya Prima di Desa Mamuya.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi Ahmad, saat menerima perwakilan massa aksi AMPERA dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Mamuya, Senin (11/5).
Dalam pertemuan itu, Kasman menekankan bahwa masyarakat lokal, khususnya warga Desa Mamuya dan wilayah sekitarnya, harus tetap menjadi prioritas utama dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Pemerintah daerah sudah membicarakan hal ini sejak awal bersama pihak perusahaan. Prinsipnya, warga lokal tetap menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja,” ujar Kasman.
Ia menjelaskan, pembahasan mengenai tenaga kerja lokal telah dilakukan pemerintah daerah bersama pihak perusahaan sejak 23 Desember 2025. Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap perusahaan dapat membuka ruang kerja yang lebih besar bagi masyarakat sekitar agar manfaat investasi benar-benar dirasakan warga lokal,” katanya.
Sementara itu, perwakilan massa aksi AMPERA meminta perusahaan agar konsisten menjalankan komitmen terkait perekrutan tenaga kerja lokal dalam proyek PLTMG tersebut.
“Kami hanya meminta masyarakat lokal diprioritaskan karena proyek ini berada di wilayah kami,” ujar salah satu perwakilan massa aksi.
Kasman juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga situasi kondusif dan mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.
“Pemerintah ingin persoalan ini diselesaikan secara baik melalui komunikasi bersama, sehingga stabilitas daerah dan investasi tetap terjaga,” ucapnya. (ask)
















