PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Hadiri Pembukaan SSIB GMIH, Bupati dan Wabup Halut Tegaskan Komitmen Kawal Persatuan Jemaat

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Harapan untuk kembali menyatukan keluarga besar Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) memasuki babak baru. Sidang Sinode Istimewa Bersama (SSIB) resmi dibuka di Gereja Pusat GMIH Jemaat Imanuel Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kamis (23/7), disaksikan ribuan jemaat serta dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, dan Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terhadap proses rekonsiliasi gereja.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menilai persidangan tersebut bukan sekadar agenda organisasi gereja, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan jemaat sekaligus menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah setelah perjalanan panjang yang diwarnai dinamika selama kurang lebih 13 tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa tema SSIB, “Hendaklah Mereka Menjadi Satu” (Yohanes 17:21), menjadi pengingat akan pentingnya membangun kembali persatuan demi masa depan GMIH dan kehidupan masyarakat di Halmahera Utara.

“Hari ini menjadi momentum yang sangat penting bagi perjalanan GMIH dalam membangun kembali persatuan dan kesatuan. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mendukung sepenuhnya proses penyatuan ini dan akan terus menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan suasana yang kondusif agar seluruh tahapan persidangan berlangsung aman, damai, dan penuh hikmat,” ujar Piet.

Bupati menjelaskan bahwa proses menuju penyatuan bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui perjalanan panjang yang telah dimulai sejak 2013. Menurutnya, seluruh proses tersebut dilandasi tekad bersama agar GMIH tetap utuh sebagai satu persekutuan.

“Proses ini bukan terjadi secara tiba-tiba, perjalanan menuju penyatuan telah dimulai sejak 2013 dengan tekad bahwa GMIH harus tetap utuh. Karena itu, marilah kita berpikir dengan jernih, penuh kerendahan hati, dan menyerahkan seluruh proses ini kepada Tuhan. Inilah saatnya kita melangkah ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar jemaat GMIH di Maluku Utara berada di wilayah Halmahera Utara. Oleh karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban agar seluruh rangkaian persidangan dapat berlangsung dengan baik.

“Tugas kita bersama adalah menjaga stabilitas daerah. Marilah kita melaksanakan persidangan ini dengan hati yang penuh damai, saling menerima, tidak memaksakan kehendak, serta menghindari segala hal yang dapat merugikan semua pihak. Saya berharap forum ini mampu menghasilkan kesepakatan yang dapat menyatukan kembali seluruh keluarga besar GMIH di Maluku Utara,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, yang berhalangan hadir. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara tetap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SSIB sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Luksen James Mayor, menegaskan bahwa Sidang Sinode Istimewa Bersama bukanlah ruang untuk menentukan pihak yang menang ataupun kalah, melainkan wadah untuk memulihkan persaudaraan.

“Sidang Sinode Istimewa ini bukanlah forum untuk menentukan pihak yang menang atau kalah, melainkan ruang rekonsiliasi guna menyatukan kembali keluarga besar GMIH dalam kasih Kristus,” ujar Luksen.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Darwin Darmawan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengawal proses rekonsiliasi hingga terlaksananya SSIB.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa kasih Kristus membuka jalan bagi pemulihan dan persatuan. Ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi tonggak sejarah bagi GMIH untuk kembali berjalan bersama dalam satu pelayanan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran, Pdt. Dr. Demianus Ice, mengajak seluruh peserta meninggalkan ego dan perbedaan yang selama ini memisahkan serta bersama-sama mencari kehendak Tuhan demi keutuhan gereja.

“Jangan datang untuk mempertahankan perbedaan, tetapi datanglah untuk mencari kehendak Tuhan. Apa yang pernah memisahkan kita, biarlah dipulihkan oleh kasih Kristus,” tuturnya.

Pembukaan Sidang Sinode Istimewa Bersama ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya persidangan. SSIB dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (26/7) dan diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang semakin memperkuat persatuan, pelayanan, dan kesaksian GMIH di Maluku Utara.

Pembukaan SSIB turut dihadiri Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Karo Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara Asrul Gailea, Ketua Sinode GMIH Jalan WKO Pdt. Anselmus Puasa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan gereja, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *