kierahainsight.id | Halut – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto meninjau langsung operasi pencarian dan evakuasi pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Sabtu (9/5).
Rombongan Pangdam tiba di Pos Pemantauan Gunung Dukono sekitar pukul 17.40 WIT dan disambut Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua bersama jajaran Forkopimda. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam menerima paparan dari Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol terkait perkembangan operasi pencarian dan evakuasi para pendaki.
Berdasarkan data tim gabungan, sebanyak 20 pendaki terdampak erupsi, terdiri dari 9 warga negara asing (WNA) dan 11 warga negara Indonesia (WNI). Hingga Sabtu sore, sebanyak 18 orang berhasil dievakuasi dengan rincian 17 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara dua pendaki lainnya masih dalam proses pencarian.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah terus menyisir kawasan terdampak guna menemukan dua pendaki yang belum ditemukan. Operasi pencarian dilakukan dengan memperhatikan aktivitas vulkanik Gunung Dukono serta faktor keselamatan personel di lapangan.
Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengatakan seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan terus memperkuat koordinasi dalam penanganan darurat erupsi Gunung Dukono.
“Kami terus memastikan proses pencarian dan penanganan korban berjalan optimal melalui koordinasi seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Dalam arahannya, Pangdam XV/Pattimura menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap jalur pendakian serta kepatuhan terhadap rekomendasi otoritas vulkanologi.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Pengawasan jalur pendakian harus diperketat dan koordinasi antar-instansi tidak boleh kendor agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Sebelum meninggalkan lokasi, Pangdam bersama rombongan turut meninjau jenazah korban di posko evakuasi sebelum dibawa ke RSUD Tobelo.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan menghentikan sementara proses pencarian terhadap dua pendaki yang belum ditemukan karena pertimbangan keselamatan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Dukono. Seluruh personel ditarik dari area pencarian dan operasi akan kembali dilanjutkan pada Minggu (10/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga telah menghentikan secara permanen aktivitas pendakian di Gunung Dukono menyusul meningkatnya risiko keselamatan akibat aktivitas erupsi. (ask)
















