KIERAHAINSIGHT.ID | MANOKWARI – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV Nasional asal Provinsi Maluku Utara resmi mendarat di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Jumat (19/6). Kehadiran korps berkekuatan 284 orang ini mencuri perhatian publik lantaran jajaran eksekutif tertinggi daerah memilih melebur langsung dalam manifes penerbangan maskapai Super Air Jet dari Kota Ternate.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, serta Anggota DPRD Malut Aksandri Kitong, turun langsung mengawal mobilisasi para duta suara tersebut. Kehadiran para pengambil kebijakan di garis depan kepesertaan ini dinilai sebagai insentif moral masif bagi delegasi.
Sebelum bertolak, Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan soliditas dan ketulusan komparatif jauh lebih bernilai ketimbang sekadar kalkulasi angka di atas panggung.
“Kami semua mendoakan agar Bapak dan Ibu mampu menampilkan performa terbaik. Senandungkan pujian dari lubuk hati terdalam. Apa pun hasilnya, yang terpenting adalah dedikasi maksimal. Nikmati prosesnya, saling menjaga, dan ingatlah bahwa esensi utama perjalanan ini adalah sebuah persembahan syukur,” ujar Sherly.
Senada dengan Gubernur, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, yang ikut menyertai perjalanan kontingen hingga ke titik lokasi, menyampaikan optimisme serupa terkait target kepulangan.
“Kami mengantarkan langsung Saudara-saudara menuju medan bakti dengan satu harapan besar: kita berangkat dengan kesiapan penuh, dan kembali ke daerah dengan membawa sorak-sorai kemenangan,” tutur Bupati Piet Hein.
Kekuatan 284 personalia Maluku Utara tersebut mencakup peserta lomba, pelatih, hingga ofisial. Seluruh pengisi materi suara merupakan representasi talenta terbaik yang lolos kurasi ketat dari empat regional: Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.
Aparatur pendamping kepengurusan juga diperkuat oleh keterlibatan figur penting daerah. Tampak dalam rombongan, Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Daerah (LPPD) Malut Harfifal Nally Thomas, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, Sekretaris Daerah Halut sekaligus Ketua LPPD Kabupaten Halut E. J. Papilaya, Sekretaris LPPD Halut Hans Loleng, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Halut Sandra C. Papilaya.
Keluar dari pintu kedatangan bandara, rombongan langsung dihadang gelombang antusiasme ribuan warga Manokwari yang telah memadati area eksterior sejak siang. Otoritas Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama perwakilan jemaat gereja lokal kemudian menyambut Gubernur Sherly Tjoanda dan Bupati Piet Hein Babua melalui upacara penghormatan adat resmi.
Secara geografis dan sosiologis, Manokwari yang bertengger di pesisir utara wilayah “Kepala Burung” Pulau Papua menyajikan memori historis yang selaras dengan misi kontingen. Menyandang predikat “Kota Injil”, wilayah ini merupakan situs fundamental titik awal masuknya agama Kristen Protestan di Tanah Papua, yang dipelopori di Pulau Mansinam pada tahun 1855 silam.
Di luar dimensi spiritual dan kultural, Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari ini juga menetapkan standar baru lewat implementasi regulasi ekologis yang ketat. Pihak kepanitiaan secara masif menerapkan konsep eco-friendly sebagai pilar utama penyelenggaraan.
Sepanjang perhelatan, seluruh peserta tanpa pengecualian bagi delegasi Maluku Utara serta jajaran panitia diwajibkan membawa wadah air minum mandiri (tumbler). Kebijakan ini diberlakukan secara ketat guna menekan emisi sampah plastik sekali pakai di seluruh ruang aktivitas perlombaan. (ask)














