KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Halmahera Utara menorehkan capaian gemilang pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Dari enam kategori yang diikuti, kontingen Halmahera Utara sukses membawa pulang empat medali emas dan dua medali perak, sekaligus menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Provinsi Maluku Utara.
Capaian tersebut menandai peningkatan signifikan dibandingkan Pesparawi Nasional sebelumnya, ketika Halmahera Utara meraih dua medali emas. Keberhasilan itu sekaligus mempertegas konsistensi daerah dalam membina talenta seni paduan suara gerejawi hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar penyambutan resmi bagi 150 anggota kontingen yang terdiri atas peserta, pelatih, official, dan pendamping di Ruang Rapat Fredy Tjandua, Kantor Bupati Halmahera Utara, Kamis (2/7).
Dalam kesempatan itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menyampaikan penghargaan atas dedikasi seluruh anggota kontingen yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di ajang nasional.
“Hari ini saya menerima saudara-saudara dengan rasa bangga. Prestasi yang diraih bukan sekadar tambahan medali, tetapi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat kebersamaan mampu mengangkat nama Halmahera Utara di tingkat nasional. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan terima kasih,” ujar Piet Hein Babua.
Menurut Bupati, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang tidak singkat. Karena itu, prestasi yang telah diraih harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara lebih terarah dan berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa target pada Pesparawi Nasional berikutnya tidak cukup hanya mempertahankan prestasi yang ada, melainkan harus mampu melampauinya.
“Jangan cepat puas dengan apa yang kita capai hari ini. Kalau kita ingin memperoleh hasil yang lebih baik pada Pesparawi 2029 di Sulawesi Tengah, maka persiapannya harus dimulai dari sekarang. Pembinaan harus dilakukan secara konsisten, tim tetap solid, dan regenerasi harus berjalan dengan baik agar prestasi ini terus meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen Pesparawi Halmahera Utara F. N. Sahetapy, menjelaskan bahwa kontingen Maluku Utara mengikuti 12 kategori lomba pada Pesparawi Nasional XIV yang diikuti lebih dari 30 provinsi di Indonesia.
Dari seluruh capaian Provinsi Maluku Utara yang berhasil meraih lima medali emas, enam medali perak, dan satu medali perunggu, kontribusi terbesar datang dari Kabupaten Halmahera Utara.
“Halmahera Utara mengikuti enam kategori dan seluruhnya berhasil meraih medali. Empat kategori memperoleh emas, sedangkan dua kategori lainnya meraih perak. Ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh peserta, pelatih, pembina, gereja, dan pemerintah daerah yang terus memberikan dukungan sejak awal persiapan hingga pelaksanaan lomba,” kata Sahetapy.
Empat medali emas tersebut diraih melalui kategori Solis Pemuda Wanita, Paduan Suara Remaja Pemuda, Paduan Suara Dewasa Campuran, dan Musik Gerejawi Nusantara. Adapun dua medali perak dipersembahkan dari kategori Paduan Suara Remaja serta Solis Anak Usia 11–15 Tahun.
Sahetapy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, khususnya Bupati Piet Hein Babua, yang dinilai memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan Pesparawi Nasional.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan anggaran, tetapi juga lewat kehadiran langsung Bupati di Manokwari untuk memberikan motivasi kepada seluruh anggota kontingen.
“Kehadiran Bupati bersama kontingen selama di Manokwari menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh peserta. Dukungan moral seperti itu memberikan energi positif sehingga kami mampu tampil lebih percaya diri di setiap kategori lomba,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut tidak hanya memperkaya koleksi prestasi Halmahera Utara di tingkat nasional, tetapi juga menjadi modal penting untuk menatap Pesparawi Nasional 2029 di Provinsi Sulawesi Tengah dengan target prestasi yang lebih tinggi. (ask)














