Halut – Kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kegiatan Peningkatan Literasi Perkoperasian serta Penguatan Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kegiatan ini digelar pada Kamis (16/4) pukul 10.15 WIT di Gedung Graha Bethany, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Hein Namotemo (Unhena) dan Kementerian Koperasi Republik Indonesia, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Sekretaris Daerah Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, yang mewakili Bupati, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara Wa Zaharia, Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Edy Hariyana, serta unsur TNI, Polri, Kejaksaan, akademisi, dan ratusan mahasiswa.
Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriane Namotemo, menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara kampus dan pemerintah menjadi momentum strategis dalam mendorong koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. “Sejak berdirinya Universitas Hein Namotemo pada tahun 2005, momentum seperti ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena dapat menghadirkan kolaborasi antara dunia kampus dengan pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi awal kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah. “Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini akan menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Ini menjadi awal dari berbagai momentum berikutnya dalam mengembangkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan bangsa,” katanya.
Menurut Hendriane, generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lapangan kerja baru melalui penguatan koperasi. Ia pun berharap para mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, mewakili Bupati Halmahera Utara, Sekda E.J. Papilaya, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa dan keberhasilan program nasional. “Sebagai insan akademisi, kita semua terpanggil untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka mendukung keberhasilan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden,” ujarnya.
Papilaya menambahkan, KKN Tematik yang berfokus pada penguatan koperasi diharapkan mampu menghasilkan produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan potensi lokal seperti kelapa. “Mahasiswa akan diarahkan untuk melakukan analisis terhadap potensi desa. KKN Tematik diharapkan dapat menghasilkan produk nyata melalui penguatan manajemen, branding, dan strategi pemasaran koperasi,” katanya.
Ia juga menyoroti peluang pengembangan pelabuhan ekspor di Halmahera Utara yang dapat didukung oleh keberadaan koperasi desa. “Kabupaten Halmahera Utara telah memperoleh izin dari pemerintah pusat untuk melakukan kegiatan ekspor langsung dari daerah. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen untuk melakukan perubahan,” ujarnya.
Gubernur Maluku Utara melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, Wa Zaharia, menyampaikan program ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan koperasi Merah Putih di daerah. “Kabupaten Halmahera Utara dengan jumlah 196 desa diharapkan dapat menjadi daerah percontohan dalam pengembangan koperasi Merah Putih, dengan dukungan pendampingan dari Universitas Hein Namotemo,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi sektor koperasi di Maluku Utara. “Saat ini dari total 1.185 koperasi yang terdata, baru sekitar 15 koperasi yang aktif berjalan. Hal ini menjadi tantangan bagi para mahasiswa sebagai perintis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi Merah Putih,” katanya.
Dalam pidatonya, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan koperasi merupakan solusi strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. “Indonesia saat ini sedang berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi daerah. Salah satu potensi besar yang dimiliki Kabupaten Halmahera Utara adalah komoditas kelapa,” ujarnya.
Destry menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengembangkan konsep satu desa satu bisnis melalui koperasi. “Koperasi bukanlah pilihan kedua, melainkan solusi utama yang relevan dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap mahasiswa Universitas Hein Namotemo dapat menjadi pelopor kewirausahaan berbasis koperasi yang mampu menciptakan pemerataan pendapatan di masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara ini juga diisi dengan penyematan rompi kepada mahasiswa peserta KKN Tematik, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Hein Namotemo dan Kementerian Koperasi, serta pemberian cenderamata.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, program ini diharapkan menjadi pilot project pengembangan Koperasi Merah Putih di Indonesia. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan diyakini mampu mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Halmahera Utara. (red)














