KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bersama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang telah membuka akses pendidikan bagi 74 tenaga kesehatan di daerah. Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi aparatur kesehatan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan dalam kunjungan kerja Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, ke Halmahera Utara dalam rangka menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara UMJ dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Kecamatan Tobelo, Kamis (2/7).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod beserta tiga pendamping, Kepala Dinas Kesehatan Selfianus H. Kaya, Direktur RSUD Tobelo dr. Janta Bony, dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta, Pendamping Lapangan Mahasiswa Program RPL UMJ Irham Hakim, serta 74 mahasiswa Program RPL Kebidanan UMJ Kelas Halmahera.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut kerja sama kedua institusi sekaligus forum evaluasi implementasi Program RPL yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan di Kabupaten Halmahera Utara.
Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, mengatakan kerja sama dengan UMJ merupakan implementasi nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah membangun sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan. Ketika pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan meningkat, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin maksimal,” ujar Kasman.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua menegaskan Program RPL menjadi solusi bagi tenaga kesehatan yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan dalam waktu yang panjang.
Bupati mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara masih memiliki lebih dari 300 tenaga kesehatan yang belum berkualifikasi sarjana sehingga membutuhkan akses pendidikan yang lebih fleksibel melalui Program RPL.
“Program RPL ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi tenaga kesehatan kita untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” kata Piet Hein Babua.
Ia menegaskan pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Halmahera Utara SETARA, yakni Sehat, Terdidik, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera.
“Kami membangun Halmahera Utara melalui visi SETARA. Karena itu, kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta harus terus berlanjut agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang semakin berkualitas untuk mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.
Selain memperkuat kualitas SDM, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga terus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas dan tenaga medis di RSUD Tobelo.
Saat ini, RSUD Tobelo telah didukung 24 dokter spesialis, termasuk tambahan satu dokter spesialis penyakit dalam yang baru menyelesaikan pendidikan dan segera bertugas.
Bupati juga menjelaskan bahwa RSUD Tobelo menjadi satu-satunya rumah sakit di Maluku Utara yang telah memiliki fasilitas Cath Lab. Saat ini fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), sementara pemerintah daerah terus mempersiapkan pengembangan layanan pemasangan ring jantung agar masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.
Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan mahasiswa Program RPL, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Kami datang ke Halmahera Utara untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau. Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik dan kami berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus berkembang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Ma’mun Murod.
Rektor UMJ juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak sumber daya manusia yang profesional dan mampu menjawab tantangan pembangunan.
Dalam kuliah umumnya, Ma’mun Murod menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen utama membangun peradaban dan meningkatkan kualitas bangsa. Ia menjelaskan semangat pembaruan pendidikan yang diwariskan pendiri Muhammadiyah menjadi landasan Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.
Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa RPL UMJ Kelas Halmahera, Yunina Lefara, mengaku Program RPL menjadi kesempatan yang selama ini dinantikan tenaga kesehatan di Halmahera Utara untuk melanjutkan pendidikan.
“Kami sudah beberapa kali berupaya melanjutkan kuliah di perguruan tinggi lain, tetapi selalu terkendala berbagai persyaratan. Melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Universitas Muhammadiyah Jakarta, akhirnya 74 tenaga kesehatan dari Halmahera Utara dapat mengikuti Program Rekognisi Pembelajaran Lampau. Kami berterima kasih kepada Pemda Halut, karena kesempatan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkap Yunina.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Universitas Muhammadiyah Jakarta diharapkan menjadi fondasi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pemerintah daerah menargetkan kualitas pelayanan kesehatan semakin meningkat sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Halmahera Utara dalam mendukung pembangunan daerah.
Implementasi Program RPL yang kini telah diikuti 74 tenaga kesehatan menjadi langkah awal dari kolaborasi tersebut. Ke depan, kedua pihak berkomitmen memperluas kerja sama ke berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat, guna mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap menjawab tantangan pembangunan Halmahera Utara. (ask)














