KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah bengkel las di Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (9/7), tidak hanya meludeskan bangunan usaha, tetapi juga menghilangkan seluruh peralatan kerja yang selama ini menjadi sumber penghidupan Mamat (46) beserta keluarganya. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp30 juta.
Mamat mengaku tidak menyangka pagi itu menjadi awal musibah yang mengubah rutinitasnya. Sebelum meninggalkan bengkel untuk menuju Kecamatan Galela, ia sempat memanaskan air menggunakan teko listrik dan menikmati secangkir kopi.
“Sebelum keluar dari bengkel saya sempat manaskan air pakai teko listrik. Saya seduh kopi, minum dulu, baru berangkat ke Galela. Terus terang saya sudah tidak ingat lagi apakah colokan teko itu sudah saya cabut atau belum,” ujar Mamat kepada KIERAHAINSIGHT.ID.
Di tengah perjalanan, tepat saat tiba di wilayah Soasio, telepon dari adiknya, Andi, membuat langkahnya terhenti.
“Andi telepon bilang bengkel kebakar. Saya langsung putar balik. Waktu sampai di sini, semuanya sudah ludes. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga berkaitan dengan gangguan pada sistem kelistrikan atau kerusakan pada teko listrik yang digunakan sebelum bengkel ditinggalkan. Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Mamat mengatakan, hampir seluruh aset usahanya hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Semua habis. Mesin las dua unit, kompresor dua unit, bor tembok besar dua unit, mesin keteng satu unit, bor cas satu unit, bor tembok kecil satu unit, motor Honda Beat satu unit, semua terbakar,” tuturnya.
Selain menghanguskan seluruh peralatan kerja, api juga melalap bangunan bengkel beratap spandek yang selama ini menjadi tempatnya menjalankan usaha.
Meski belum menghitung secara rinci, Mamat memperkirakan total kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau ditaksir, kerugian sekitar Rp30 juta lebih. Yang paling berat sekarang semua alat kerja sudah tidak ada,” ujarnya.
Bagi Mamat, kehilangan tersebut bukan sekadar kerugian materiil, tetapi juga hilangnya peralatan yang selama ini menjadi penopang utama usahanya. Meski demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Sebelumnya, personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Halmahera Utara berhasil mengendalikan kobaran api sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Respons cepat petugas membuat sebuah warung makan dan warung sembako yang berada berdampingan dengan bengkel hanya mengalami kerusakan pada sebagian bangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, sementara pendataan kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih berlangsung. (ask)














