KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Kontingen Kota Ternate tampil sebagai kekuatan utama pada cabang olahraga selam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Maluku Utara 2026 setelah mendominasi sejumlah nomor pertandingan dan memborong medali emas di arena perlombaan yang berlangsung di Pantai Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Sabtu (13/6).
Dominasi tersebut terlihat sejak nomor-nomor finswimming hingga apnea putra dan putri. Namun, persaingan tidak berjalan sepihak. Kontingen Halmahera Selatan mampu mematahkan rangkaian kemenangan Ternate dengan merebut emas pada nomor orientasi bawah air putra, sekaligus menegaskan ketatnya perebutan prestasi di cabang olahraga bawah air tersebut.
Pada nomor finswimming 500 meter puteri, atlet Kota Ternate, Ceysha Puteri Azahra Revalin Saleh, tampil tercepat dengan catatan waktu 5 menit 27 detik untuk meraih medali emas. Medali perak diraih Arintyas Fajarina Khairani dari Pulau Morotai dengan waktu 5 menit 55 detik, sementara perunggu menjadi milik Putri Nabila Gani dari Kota Ternate yang membukukan waktu 6 menit 10 detik.
Dominasi Ternate berlanjut pada finswimming 1000 meter putera. Lingku Regki berhasil finis terdepan dengan waktu 10 menit 00 detik, disusul rekan satu kontingennya Fakhrudin Abubakar yang mencatatkan waktu 10 menit 07 detik. Sementara medali perunggu diraih Anang Prawira dari Halmahera Selatan dengan waktu 10 menit 33 detik.
Penampilan impresif juga ditunjukkan Putri Nabila Gani pada nomor apnea 50 meter puteri. Atlet Ternate itu sukses merebut medali emas setelah membukukan waktu 19,895 detik. Posisi kedua ditempati Dewi Anggraeni Bunga dengan catatan 23,614 detik, sedangkan Nadia Nurnaila dari Halmahera Selatan meraih perunggu dengan waktu 23,636 detik.
Di sektor putra, Lingku Regki kembali menunjukkan konsistensinya dengan menyabet emas nomor apnea 50 meter putera melalui catatan waktu 14,368 detik. Medali perak dan perunggu juga menjadi milik atlet Kota Ternate, masing-masing melalui Fakhrudin Abubakar yang mencatatkan 18,164 detik dan Budiman Tasmin dengan waktu 18,789 detik.
Persaingan menarik terjadi pada nomor orientasi bawah air puteri. Putri Nabila Gani kembali naik podium tertinggi setelah mencatatkan waktu 6 menit 59,910 detik dengan capaian empat rambu. Rekan sesama kontingen, Dewi Anggraeni Bunga, meraih perak dengan waktu 8 menit 8,325 detik dan empat rambu, sementara Ceysha Puteri Azahra Revalin Saleh memperoleh perunggu dengan catatan 44,214 detik dan satu rambu.
Sementara itu, Halmahera Selatan berhasil mencuri perhatian pada nomor orientasi bawah air putera. M. Ela H. Iskandar tampil sebagai yang terbaik dan mengamankan medali emas setelah menyelesaikan lomba dengan waktu 13 menit 55,766 detik serta meraih lima rambu.
Hasil tersebut sekaligus menghentikan dominasi Kota Ternate pada nomor-nomor sebelumnya. Atlet Ternate, Fakhrudin Abubakar, harus puas di posisi kedua dengan catatan waktu 6 menit 25,052 detik dan empat rambu, sedangkan medali perunggu diraih atlet Halmahera Selatan, Fajar Kurniawan Saputra, dengan waktu 8 menit 44,650 detik dan empat rambu.
Ketua Pertandingan cabang olahraga selam, Anan Hi. Mursal, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dan kompetitif, dengan para atlet menunjukkan kualitas yang semakin berkembang.
“Pertandingan berjalan tertib, aman, dan seluruh atlet mampu menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi. PORPROV menjadi momentum penting untuk melihat hasil pembinaan atlet selam di daerah sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga selam di Maluku Utara,” ujarnya.
Sepanjang pelaksanaan pertandingan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Muhammad Asri Tapi-Tapi, turut hadir mendampingi jalannya perlombaan serta memberikan dukungan kepada atlet dan ofisial yang bertugas.
Hasil cabang olahraga selam pada PORPROV V Maluku Utara memperlihatkan bahwa persaingan antarkontingen semakin kompetitif. Meski Kota Ternate tampil sebagai kontingen paling dominan di sejumlah nomor, kemunculan atlet-atlet dari Halmahera Selatan dan Pulau Morotai menunjukkan bahwa peta kekuatan olahraga selam di Maluku Utara semakin merata. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet daerah dan pengembangan prestasi olahraga bawah air menuju level kompetisi yang lebih tinggi. (ask)














