PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Wabup Kasman Buka Musda III Pemuda Muhammadiyah Halut, Tekankan Peran Pemuda dalam Pembangunan

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Organisasi kepemudaan, kata dia, harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kasman saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Utara di Hotel Greenland, Kecamatan Tobelo, Selasa (15/9/2026).

Musda mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Halut Setara” dan menjadi momentum evaluasi program kerja, konsolidasi organisasi, serta pemilihan kepemimpinan baru Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara.

Kasman mengatakan perbedaan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan kehidupan masyarakat. Karena itu, perbedaan pandangan maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan.

“Perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan di Kabupaten Halmahera Utara,” kata Kasman.

Ia mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan tanpa memandang suku, agama, golongan, maupun organisasi.

Kasman juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terbuka terhadap partisipasi organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dalam mendukung program pembangunan daerah.

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam proses kaderisasi karena menjadi wadah untuk menyiapkan generasi penerus kepemimpinan, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun di tengah masyarakat.

“Pemuda Muhammadiyah harus semakin eksis dan menjadi ujung tombak dalam menjalankan amanah organisasi,” ujarnya.

Kasman meminta kader Pemuda Muhammadiyah memperluas orientasi pengabdian. Kader tidak cukup hanya berkontribusi untuk kepentingan internal organisasi, tetapi harus mampu hadir sebagai bagian dari kekuatan masyarakat dan pembangunan bangsa.

“Jangan hanya berorientasi pada kepentingan organisasi, tetapi mampu tampil sebagai kader umat, kader masyarakat, kader bangsa dan negara serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Kasman.

Ia juga berpesan agar kader menjaga lisan dan hati serta menghindari kebencian, fitnah, dan prasangka.

“Setiap perkataan harus dipikirkan dengan baik karena apa yang kita sampaikan dapat memberikan dampak kepada orang lain,” ujarnya.

Kasman berharap Musda III menghasilkan kepemimpinan yang amanah dan program kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Muhammadiyah serta pembangunan Kabupaten Halmahera Utara.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara, Jumar Mafoloi, mengatakan Musda III mencerminkan perkembangan organisasi. Ia menyebut terdapat 65 peserta penuh dan 33 formatur yang terlibat dalam forum tersebut.

Menurut Jumar, Pemuda Muhammadiyah harus terus bertumbuh sekaligus memperkuat akar ideologisnya untuk melahirkan kader yang mampu mengambil peran lebih luas.

“Pemuda Muhammadiyah harus terus bertumbuh sekaligus mengakar secara ideologis untuk melahirkan kader umat, kader bangsa dan kader negarawan,” kata Jumar.

Ia mendorong kader memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Halmahera Utara.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Samsir Hamajen, mengatakan Musda merupakan momentum mengevaluasi program kerja, menyusun agenda organisasi, dan memilih kepemimpinan baru.

Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi perpecahan.

“Perbedaan pandangan dalam organisasi jangan menjadi sumber perpecahan, melainkan dijadikan kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik,” ujar Samsir.

Samsir berharap Pemuda Muhammadiyah mampu menjadi pelopor dalam bidang sosial, pendidikan, kepemudaan, keagamaan, dan pembangunan daerah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Halmahera Utara, Samsul Bahri, menegaskan Musda tidak boleh sekadar menjadi arena perebutan posisi organisasi.

“Musda tidak boleh hanya menjadi ajang perebutan posisi organisasi, tetapi harus menjadi momentum kaderisasi untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas,” tegas Samsul.

Ia mengingatkan kader agar tidak hanya mengejar jabatan, tetapi mampu menunjukkan karakter, integritas, dan kepribadian yang baik.

“Kader Muhammadiyah harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual dan religius,” ujarnya.

Samsul juga mengajak seluruh peserta mengedepankan persaudaraan, kebersamaan, dan musyawarah mufakat serta menghindari sikap saling menjatuhkan akibat perbedaan pilihan.

Musda III Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara berlangsung selama satu hari dengan agenda evaluasi program kerja, penyusunan program organisasi, konsolidasi kader, serta pemilihan kepengurusan baru sesuai mekanisme organisasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil 1508-02/Galela Kapten Inf. Suharno mewakili Dandim 1508/Tobelo, Kajari Halut Rahmat, Staf Ahli Bupati Bidang Pendidikan dan Kemasyarakatan Aditama Abas, Ketua KPU Halut Djalil Djurumudi, Ketua Bawaslu Halut Ahmad Idris, jajaran Muhammadiyah Maluku Utara dan Halmahera Utara, pimpinan OPD, anggota DPRD, serta organisasi kepemudaan. (khi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *