PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Tobelo, Warga Khawatir Jarak Pandang Menurun

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah ruas jalan utama di Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (8/10/2026). Kondisi ini terlihat dalam pantauan KIERAHAINSIGHT.ID di sejumlah titik kawasan perkotaan.

Asap tampak menggantung di udara sehingga pemandangan ke arah kejauhan menjadi samar. Pepohonan dan bangunan yang biasanya terlihat jelas dari sepanjang jalan tampak tertutup kabut tipis hingga cukup tebal.

Lalu lintas masih berjalan seperti biasa. Kendaraan roda dua, roda empat, maupun bentor tetap melintas. Namun, pengendara terlihat harus lebih berhati-hati karena jarak pandang tidak lagi sebaik biasanya.

Bagi pengemudi bentor yang setiap hari berada di jalan, kondisi tersebut mulai terasa mengganggu.

“Jarak pandang di jalan sekarang makin terbatas dan samar, apalagi saat membawa penumpang. Asapnya juga mulai bikin mata perih saat berkendara. Jadi saya harus lebih pelan dan hati-hati,” kata Iki, salah satu pengemudi bentor di Tobelo.

Keluhan juga dirasakan warga yang berjalan kaki. Bau asap yang menyengat membuat sebagian warga merasa kurang nyaman ketika harus berada di luar rumah dalam waktu lama.

“Begitu keluar rumah, baunya menyengat dan asapnya terasa di tenggorokan. Jalan yang biasa saya lewati juga kelihatan samar dari jauh. Jadi khawatir kalau terlalu lama di luar,” ujar Vina, seorang warga yang ditemui saat berjalan kaki.

Kondisi ini membuat persoalan karhutla semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Jika sebelumnya kebakaran terjadi di kawasan hutan dan lahan, kini asapnya mulai terasa hingga kawasan perkotaan Tobelo.

Bagi warga, dampaknya bukan hanya soal pemandangan yang tertutup asap. Mata terasa perih, udara menjadi kurang nyaman, sementara pengendara harus lebih waspada ketika melintas di jalan yang jarak pandangnya berkurang.

Sebelumnya, BPBD Halmahera Utara mencatat 120 titik api di 16 dari 17 kecamatan dan 69 desa, dengan estimasi wilayah terdampak mencapai 508,6 hektare. (khi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *