KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama di balik keberangkatan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Halmahera Utara menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, kolaborasi pemerintah daerah, orang tua, sekolah, pembina, dan masyarakat memastikan putra-putri terbaik Halmahera Utara tetap dapat berpartisipasi dalam ajang Pramuka tingkat nasional tersebut.
Pesan itu disampaikan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Halmahera Utara, E.J. Papilaya, saat memimpin upacara pelepasan kontingen di Ruang FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (3/8).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Halmahera Utara Abdul Azis Bopeng, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Halmahera Utara Hukum Abdul Gafur, para pembina Gerakan Pramuka, peserta kontingen Jambore Nasional XII, serta orang tua peserta.
Mewakili Bupati Halmahera Utara selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Papilaya mengatakan Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan perkemahan, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta penguatan rasa cinta tanah air bagi generasi muda.
Ia menilai keberangkatan kontingen tahun ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat Halmahera Utara tetap terjaga, bahkan di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
“Keberangkatan ini adalah keberangkatan gotong royong. Orang tua, sekolah, guru, dan para donatur bersama-sama membantu sehingga anak-anak kita bisa berangkat. Ini adalah modal yang sangat berharga bagi masa depan generasi Halmahera Utara,” ujar Papilaya.
Menurutnya, nilai gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dipelihara melalui pembinaan generasi muda. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus memberikan dukungan agar anak-anak daerah memiliki kesempatan berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Papilaya mengakui keterbatasan fiskal yang dialami daerah akibat penyesuaian anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan karakter melalui Gerakan Pramuka.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh membuat kita berhenti bergerak. Tantangan ini harus dijawab dengan kebersamaan agar pembinaan generasi muda terus berjalan dan mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkembang,” tegasnya.
Ia berharap momentum Jambore Nasional XII dimanfaatkan peserta untuk memperluas wawasan, membangun persaudaraan dengan Pramuka dari seluruh Indonesia, serta menunjukkan kemampuan terbaik yang telah ditempa selama mengikuti pembinaan di daerah.
Papilaya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga disiplin, kekompakan, dan nama baik Halmahera Utara selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Cibubur.
“Tunjukkan bahwa Pramuka Halmahera Utara bukan kaleng-kaleng. Tunjukkan kapasitas, kreativitas, dan prestasi kalian. Pegang teguh Satya dan Darma Pramuka serta harumkan nama Halmahera Utara di tingkat nasional,” pesannya.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Kontingen Jambore Nasional XII oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Halmahera Utara kepada ketua kontingen. Penyerahan bendera tersebut menjadi simbol amanah bagi seluruh anggota kontingen untuk menjaga nama baik Halmahera Utara serta membawa pulang pengalaman dan prestasi dari ajang Pramuka tingkat nasional.
Sebelumnya, Pimpinan Kontingen Cabang M. Akmal Nurdin, melaporkan bahwa kontingen Halmahera Utara akan mengikuti Jambore Nasional XII yang berlangsung pada 13–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Jambore Nasional XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” dengan moto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memperkuat karakter, kepemimpinan, kecakapan hidup, serta memperluas persaudaraan dengan Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia. (ask)














