KIERAHAINSIGHT.ID | Aksi pencurian sapi yang meresahkan warga di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menjadi perhatian serius kepolisian. Sejumlah warga bahkan mengungkap modus pelaku yang menyembelih dan memotong hewan ternak langsung di lokasi sebelum membawa dagingnya.
Keluhan tersebut disampaikan tokoh pemuda dan tokoh agama kepada Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, saat mengikuti program “Satu Hari Bersama Masyarakat” di Bumdes Soahukum, Kecamatan Kao Barat, Kamis (8/10/2026).
Warga menyebut aksi pencurian ternak terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sejumlah kejadian yang dikeluhkan, pelaku diduga hanya meninggalkan kulit sapi setelah mengambil bagian daging.
Menanggapi keresahan tersebut, AKBP Erlichson meminta warga yang menjadi korban segera membuat laporan resmi kepada kepolisian.
“Kami meminta kepada masyarakat yang kehilangan hewan ternak agar segera membuat laporan polisi resmi. Laporan ini sangat penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan, memetakan jaringan pelaku, dan mengambil tindakan penegakan hukum yang tegas,” ujar AKBP Erlichson.
Menurutnya, laporan masyarakat menjadi dasar penting bagi polisi untuk mengetahui rangkaian kejadian, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang bekerja lintas wilayah.
Posisi Kao Barat yang berada di jalur penghubung Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat juga menjadi perhatian. Kondisi geografis tersebut membuat penguatan keamanan di kawasan perbatasan dinilai penting untuk mencegah potensi kriminalitas lintas wilayah.
Selain pencurian ternak, masyarakat melalui Camat Kao Barat Abihut Jawali, dan Kepala Desa Soahukum Remer Hein S. turut menyampaikan aspirasi terkait percepatan pembangunan Polsek Kao Barat.
Keberadaan Polsek dinilai dibutuhkan untuk memperkuat pelayanan kepolisian sekaligus mempercepat respons terhadap persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
Kapolres Halut menjelaskan, usulan pembangunan Polsek Kao Barat sebenarnya telah diajukan Polres Halut sejak dua tahun lalu.
“Polres Halut sebenarnya sudah mengajukan usulan pembangunan Polsek Kao Barat sejak dua tahun lalu,” jelasnya.
Ia mengatakan proses tersebut masih berjalan secara berjenjang hingga Markas Besar Polri karena pembangunan kantor kepolisian berkaitan dengan pengalokasian anggaran negara dan harus disesuaikan dengan berbagai usulan pembangunan dari wilayah lain di Indonesia.
“Mari kita sama-sama berdoa agar pembangunan Polsek Kao Barat ini bisa segera terealisasi,” katanya.
Setelah berdialog dengan masyarakat, Kapolres Halut bersama Kasat Lantas Iptu Moch Thilio Bintang Onasis, serta Kapolsek Kao Ipda Iskandar A. Tjiuda melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung kondisi bangunan Kantor Subsektor Kao Barat.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas dan personel dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan tersebut. (ask)














