KIERAHAINSIGHT | TOBELO – Agenda reposisi kepengurusan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Halmahera Utara resmi dilaksanakan. Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fahmi Musa, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Halmahera Utara masa khidmat 2025–2030.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Greend Land Hotel. Kecamatan Tobelo pada Sabtu (23/5) tersebut, mengusung tema “Era Baru IKA PMII Halmahera Utara Solid, Kolaboratif, Setara, dan Berkelanjutan”. Kehadiran legislator Fraksi PKB di pucuk pimpinan organisasi ini menarik perhatian publik terkait bagaimana peran kemitraan strategis dengan pemerintah daerah akan dijalankan ke depan.
Fahmi Musa menyampaikan pidato perdananya sesaat setelah resmi dikukuhkan oleh Ketua Wilayah IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailussy. Dalam kesempatan tersebut, Fahmi membagi narasinya ke dalam dua hal utama: apresiasi kelembagaan atas dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara serta pemetaan masalah riil di daerah.
“Atas nama IKA PMII Halut kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Halmahera Utara yang telah membantu dan proaktif mendukung serta memfasilitasi kegiatan ini,” ujar Fahmi.
Setelah menyampaikan terima kasih, Fahmi memaparkan sejumlah persoalan strategis daerah yang memerlukan perhatian bersama. Ia menyoroti wilayah Galela yang hingga saat ini belum memiliki Tempat Pembuangan Kerja (TPA) sampah, sehingga mulai berdampak pada pencemaran lingkungan masyarakat.
Selain itu, Fahmi juga menggarisbawahi indikasi kerawanan pangan di beberapa titik. “Kami melihat ada gejala krisis pangan di beberapa wilayah akibat tingginya konsumsi dan dampak dari sejumlah program nasional. Karena itu, diperlukan keberpihakan yang lebih terhadap sektor pangan di Halut,” tambah Fahmi.
Ia juga menilai potensi besar sektor pariwisata Halmahera Utara masih memerlukan pengelolaan yang lebih maksimal. Di akhir pidatonya, ia menegaskan kesiapan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki IKA PMII untuk berkolaborasi secara nyata dengan pemerintah daerah.
Pemaparan isu dari Fahmi Musa mendapatkan tanggapan langsung dari pihak eksekutif. Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, yang hadir membuka kegiatan sekaligus menjadi pembicara kunci, menyatakan bahwa jalannya pembangunan dan pelayanan publik di daerah memerlukan sinergi dari seluruh elemen.
“Hari ini kita menandai babak baru pembangunan pemerintahan dan pelayanan publik di Halmahera Utara. Pembangunan akan berjalan baik ketika kolaborasi itu terjadi di seluruh level,” ungkap Kasman.
Wabup menilai visi yang dibawa IKA PMII sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Dalam forum tersebut, Kasman juga menitipkan tiga pesan penting kepada pengurus yang baru dilantik:
Wadah Silaturahmi: Menjadikan IKA PMII sebagai rumah bersama bagi seluruh alumni tanpa memandang latar belakang kampus maupun angkatan.
Jembatan Pengabdian: Mengaktualisasikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya alumni untuk kontribusi langsung kepada masyarakat.
Gerakan Perubahan: Menjadikan organisasi sebagai motor yang mampu mengidentifikasi potensi daerah serta memformulasikan solusi pembangunan di Halmahera Utara.
Sinergi kelembagaan ini diperkuat oleh arahan Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Muhajirin Bailussy. Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara ini menekankan bahwa stabilitas daerah merupakan pondasi utama yang harus dirawat bersama.
“Tidak ada tawar-menawar terkait solidaritas dan kebersamaan untuk menjaga Halmahera Utara tetap damai, maju, dan sejahtera,” kata Muhajirin. Ia mengajak pengurus baru untuk membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah daerah melalui program kerja yang konkret.
Pasca-prosesi pelantikan, agenda langsung dilanjutkan dengan Dialog Publik Sektor Pendidikan yang dipandu oleh moderator Kifli Dosu. Diskusi interaktif tersebut menghadirkan panel narasumber, yakni Wakil Bupati Kasman Hi Ahmad, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdullah, serta Muhajirin Bailussy.
Implementasi dari kesepakatan kolaborasi ini kini dinanti oleh publik Halmahera Utara, khususnya dalam penyelesaian isu lingkungan di Galela serta penguatan ketahanan pangan daerah melalui fungsi pengawasan dan kemitraan strategis yang dijalankan oleh pengurus baru. (ask)
















