KIERAHAINSIGHT.ID | MOROTAI – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses besar. Kompetisi olahraga pelajar terbesar di Bumi Moloku Kie Raha ini resmi ditutup dalam sebuah upacara megah di Stadion Bangsaha, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu malam (11/7/2026).
Selain menandai lahirnya talenta muda baru, momentum penutupan ini juga menjadi langkah awal estafet kompetisi, di mana Kabupaten Halmahera Selatan resmi ditunjuk sebagai tuan rumah untuk edisi POPDA XIII tahun 2028 mendatang.
Mewakili Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir, secara resmi menutup ajang dua tahunan ini di hadapan ribuan kontingen, ofisial, dan masyarakat yang memadati stadion.
Dalam pidatonya, Samsuddin memberikan apresiasi tinggi kepada Pulau Morotai yang dinilai sukses memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan atmosfer kompetisi yang sehat bagi 10 kabupaten/kota peserta.
”Apresiasi tertinggi kami sematkan untuk seluruh elemen di Pulau Morotai. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, perangkat pertandingan, hingga masyarakatnya yang luar biasa. Anda semua telah membuktikan diri sebagai tuan rumah yang luar biasa dengan menjaga stabilitas, keamanan, dan menyuguhkan kenyamanan terbaik sepanjang kompetisi ini,” puji Samsuddin dengan nada bangga.
Orang nomor 3 Malut itu menegaskan bahwa POPDA melampaui sekadar ajang perburuan medali. Event ini merupakan panggung strategis dalam menyaring bibit-bibit atlet potensial dari Indonesia Timur yang diproyeksikan mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.
”Ajang ini bukan sekadar mengejar medali di podium, melainkan kawah candradimuka bagi anak-anak kita. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda Maluku Utara yang tangguh, menjunjung tinggi persatuan, dan siap bertarung di level nasional hingga global,” tambahnya penuh optimisme.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen kuat untuk terus mendorong kemajuan olahraga melalui peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan sarana dan prasarana modern, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan pasca-turnamen.
Kepada para peraih medali, Sekprov berpesan agar pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk terus berkembang. Sementara bagi para atlet yang belum beruntung, ia menegaskan bahwa kekalahan hanyalah bagian dari proses panjang menuju podium juara di masa depan.
Mengakhiri orasinya, Samsuddin secara resmi mengetuk palu penutupan diiringi gemuruh tepuk tangan penonton.
”Dengan memohon ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya khidmat.
Trisula penutupan ajang ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 420/KPTS/Tahun 2026. Melalui keputusan strategis tersebut, Kabupaten Halmahera Selatan secara resmi ditetapkan sebagai suksesor Pulau Morotai untuk menyelenggarakan POPDA XIII pada tahun 2028.
”Melalui mandat resmi ini, kami mengetok palu dan menetapkan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai pemegang estafet berikutnya untuk menyelenggarakan POPDA XIII Maluku Utara pada tahun 2028 nanti,” tegas Sekprov saat membacakan keputusan strategis tersebut.
Penunjukan Halmahera Selatan bukanlah tanpa alasan, melainkan hasil kesepakatan bulat dalam rapat koordinasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Maluku Utara bersama seluruh jajaran Kepala Dispora kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Dengan keputusan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kini memiliki waktu persiapan selama dua tahun untuk merombak serta mematangkan infrastruktur, fasilitas pertandingan, dan akomodasi guna menyambut ribuan atlet pelajar dari seluruh penjuru Maluku Utara.
Keberhasilan Pulau Morotai dalam menyelenggarakan POPDA XII kini menjadi standar tinggi (benchmarking) yang siap diadopsi dan ditingkatkan oleh Halmahera Selatan pada turnamen mendatang. (khi)














