PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Pendaftaran Gratis! Festival Kehatimu Buka Lomba Teater Berhadiah

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Kampanye pelestarian lingkungan tidak selalu harus disampaikan melalui seminar atau diskusi. Melalui Festival Kehatimu 2026, pesan tentang pentingnya menjaga hutan, satwa liar, laut, hingga sumber air akan dikemas dalam sebuah pertunjukan teater yang menghibur sekaligus menggugah kesadaran masyarakat.

Lewat lomba teater bertajuk “THE EARTH’S MONOLOGUE: UANG DAN ALAM”, masyarakat diajak menyuarakan isu-isu konservasi melalui seni pertunjukan. Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Kehatimu 2026 ini diharapkan mampu memperluas edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan pendekatan kreatif yang mudah diterima berbagai kalangan.

Ketua Panitia Festival Kehatimu 2026, Tjut F. Bangun, mengatakan seni pertunjukan dipilih sebagai media kampanye karena memiliki kekuatan menyampaikan pesan konservasi secara lebih dekat dan menyentuh hati masyarakat.

“Melalui teater, kami ingin mengajak masyarakat melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang yang lebih humanis. Ketika sebuah cerita mampu menggugah emosi penonton, pesan tentang pentingnya menjaga alam akan lebih mudah dipahami dan diingat,” ujar Tjut, Kamis (30/7).

Dalam kompetisi ini, setiap kelompok akan membawakan salah satu dari tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yakni:

  • Tragedi Rumah yang Hilang (Konservasi Satwa) – Mengangkat kisah konflik antara manusia dan satwa liar akibat penyusutan habitat alaminya.
  • Nafas Terakhir Sang Alam (Konservasi Hutan/Laut) – Menceritakan dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan masyarakat dan keseimbangan ekosistem.
  • Penjaga Mata Air (Konservasi Air & Karst) – Mengisahkan perjuangan sebuah desa mempertahankan sumber air bersih dari ancaman pencemaran.

Lomba ini terbuka bagi kelompok teater dengan jumlah anggota maksimal empat orang. Pendaftaran gratis dibuka mulai 29 Juli hingga 24 Agustus 2026, dengan kuota terbatas hanya untuk enam kelompok pendaftar pertama. Pementasan dijadwalkan berlangsung pada 3–5 September 2026.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0821-9465-3131 atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada media publikasi resmi. Panitia juga mengingatkan bahwa biaya transportasi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing.

Penilaian akan dilaksanakan dalam dua babak menggunakan sistem gugur. Kelompok yang lolos ke babak berikutnya diwajibkan menampilkan naskah atau judul yang berbeda dari penampilan sebelumnya. Selain menjadi ruang berekspresi, panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang dengan semangat “Ayo nae panggung la dapa pe hadiah!”

Menurut Tjut, Festival Kehatimu ingin menunjukkan bahwa seni memiliki peran penting sebagai media edukasi dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berharap setiap kelompok yang tampil tidak hanya berlomba menjadi yang terbaik, tetapi juga mampu menghadirkan pertunjukan yang meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga alam. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui Festival Kehatimu,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Festival Kehatimu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pendidikan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat edukatif. Kami berharap Festival Kehatimu mampu menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk ikut menjaga keanekaragaman hayati sebagai warisan yang harus dilestarikan bersama,” tutup Tjut. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *