PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Pemkab Halut Targetkan Angka Stunting Turun Ke 17,5 Persen pada 2026

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 17,5 persen pada 2026, setelah berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) terbaru angkanya masih berada di 21,8 persen. Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, intervensi berbasis data, dan optimalisasi Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) II.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, saat membuka Koordinasi Kegiatan Advokasi Lintas Sektor Program INEY II di Ruang FTJ, Kantor Bupati Halmahera Utara, Kecamatan Tobelo, Selasa (21/7).

Kasman mengatakan capaian penurunan stunting yang telah diraih Halmahera Utara tidak boleh membuat seluruh pemangku kepentingan cepat berpuas diri. Menurutnya, tren positif tersebut justru menjadi tantangan untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Prestasi dan tren positif ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan tantangan yang sesungguhnya untuk mempercepat penurunan angka stunting. Kita targetkan turun hingga 17,5 persen pada 2026. Momentum ini harus menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras lagi melalui konvergensi lintas sektor,” ujar Kasman.

Ia mengungkapkan Halmahera Utara berhasil meraih peringkat kedua di Regional Timur dalam capaian penurunan stunting. Selain itu, daerah ini disebut menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Maluku Utara yang mampu mempertahankan tren penurunan prevalensi stunting secara konsisten berdasarkan hasil survei berkala.

“Ini membuktikan bahwa sistem intervensi yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar. Namun, penurunannya harus terus kita akselerasi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” katanya.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Wakil Bupati menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa memperkuat sinergi pelaksanaan program penurunan stunting.

Tiga langkah strategis yang menjadi fokus pemerintah daerah meliputi penguatan komitmen lintas sektor dan integrasi program, optimalisasi pemanfaatan data Sistem Informasi Gizi Terpadu (SIGIZI) agar intervensi tepat sasaran, serta memaksimalkan pendampingan Program INEY II sebagai penguat upaya percepatan penurunan stunting.

Kasman juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah mengesampingkan ego sektoral sehingga setiap program dapat berjalan secara terpadu dan saling mendukung.

“Saya berharap forum advokasi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menghasilkan rencana aksi nyata dan kesepakatan tertulis yang mengikat seluruh pihak. Mari kita jaga konsistensi ini demi mewujudkan Halmahera Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara turut menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate sebagai pelaksana Program INEY II yang selama ini mendampingi pemerintah daerah dalam penguatan program perbaikan gizi masyarakat

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Poltekkes Kemenkes Ternate, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Halmahera Utara, kepala puskesmas, serta para pemangku kepentingan lintas sektor di Kabupaten Halmahera Utara. (khi)

 

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *