PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Lepas Mahasiswa KKN, Sekda Halut Sebut Inovasi Jadi Warisan Kolaborasi

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menilai pelaksanaan KKN-PPM Kolaborasi Nusantara Nasional Angkatan IV Tahun 2026 berhasil melahirkan berbagai inovasi mahasiswa di tengah masyarakat. Berdasarkan evaluasi tahun ini, Pemkab bahkan membuka peluang pengembangan pola KKN pada tahun-tahun mendatang agar memberikan dampak yang lebih besar bagi desa-desa di Halmahera Utara.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E.J. Papilaya, saat mewakili Bupati dalam pelepasan mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Nasional yang berlangsung di Ruang Rapat FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Selasa (4/8).

Menurut Papilaya, dibandingkan pelaksanaan KKN pada periode sebelumnya yang lebih menonjolkan aspek literasi, pelaksanaan tahun ini menunjukkan peningkatan pada sisi inovasi yang diinisiasi mahasiswa bersama masyarakat.

“Kalau tahun kemarin literasinya kuat, maka tahun ini yang paling kami lihat adalah inovasinya. Itu menjadi capaian penting KKN Kolaborasi tahun ini,” kata Papilaya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN Kolaborasi di Halmahera Utara terus mengalami perkembangan. Setelah sebelumnya mengusung pendekatan inklusi, kemaritiman, hingga kawasan perkotaan, pemerintah daerah akan terus mengevaluasi model pelaksanaan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Papilaya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, kecamatan, organisasi perangkat daerah, serta perguruan tinggi yang selama hampir 50 hari mendampingi mahasiswa menjalankan program pengabdian.

Menurutnya, keberhasilan KKN bukan hanya diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana, tetapi dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan dengan masyarakat dan menghadirkan gagasan baru yang dapat dikembangkan setelah program berakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada, Universitas Halmahera, dan Universitas Khairun yang terus mempercayakan Halmahera Utara sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Papilaya juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan pengalaman hidup di desa sebagai bekal kepemimpinan ketika kembali ke kampus.

“KKN mengajarkan bagaimana hidup bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, dan mencari solusi secara bersama. Pengalaman seperti ini tidak diperoleh di ruang kuliah,” katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, menegaskan bahwa esensi KKN bukan sekadar menyelesaikan program kerja, melainkan membangun kejujuran akademik, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian mengevaluasi setiap proses pengabdian.

“KKN adalah wahana pembelajaran. Program kerja hanyalah media untuk belajar. Sebagai ilmuwan, kita boleh gagal, kita boleh tidak berhasil, tetapi kita tidak boleh berbohong. Yang terpenting adalah kita memahami mengapa sebuah program tidak berhasil, lalu belajar dari proses itu. Sepulang dari Halmahera Utara, mahasiswa harus membawa perubahan, terutama dalam kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Prof. Tri.

Senada dengan itu, Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Halmahera, Dr. Lilian Gressthy Florensya Apituley, menyebut KKN Kolaborasi telah menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat jejaring antarmahasiswa, antardosen, serta pemerintah daerah dalam membangun Halmahera Utara.

“KKN Kolaborasi mengajarkan bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri. Yang paling penting bukan menunjukkan siapa yang lebih hebat, tetapi bagaimana kita belajar bersama. Mahasiswa dari UGM, Universitas Halmahera, dan Universitas Khairun telah menunjukkan bahwa kolaborasi mampu membangun semangat belajar, saling berbagi pengalaman, dan bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Bumi Hibualamo,” kata Dr. Lilian. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *