PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Karhutla Halut Meluas, 120 Titik Api Terdeteksi di 16 Kecamatan

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, meluas hingga 16 dari 17 kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut mencatat sedikitnya 120 titik api dengan perkiraan area terdampak mencapai 508,6 hektare.

Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Halut Hentje Hetharia dalam Rapat Penanganan Karhutla yang dipimpin Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua di Ruang FTJ Kantor Bupati Halut, Senin (21/9/2026). Berdasarkan pendataan minimal Tim Satgas Gabungan di lapangan, sebaran kebakaran telah mencakup 69 desa.

Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami peningkatan titik api, antara lain Kecamatan Tobelo Timur, Tobelo Selatan, Kao Utara, Kao, Malifut, dan Kao Barat, termasuk Desa Momoda dan Desa Ngwali.

“Pemantauan berbasis satelit memang menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) yang lebih besar. Namun, luasan pasti area terdampak masih terus diverifikasi secara berkala melalui pengecekan langsung di lapangan oleh tim gabungan,” ujar Hentje dalam laporannya.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hasil pemantauan lapangan Pemkab Halut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Sabtu (19/9/2026), yang saat itu mencatat 117 titik api.

Hasil evaluasi Satgas menunjukkan sebagian kejadian berkaitan dengan aktivitas manusia, terutama pembukaan dan pembersihan lahan perkebunan. Pembakaran daun kelapa kering yang tidak terkendali menjadi salah satu faktor yang ditemukan di lapangan. Selain itu, sebagian kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar badan jalan.

Keterbatasan armada dan peralatan pemadam menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran yang tersebar di banyak wilayah. Karena itu, Bupati Piet Hein Babua meminta penanganan dilakukan secara kolaboratif agar api tidak meluas ke kawasan permukiman.

“Penanganan karhutla ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kita membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak, termasuk kesadaran masyarakat dan keterlibatan aktif dunia usaha di Halmahera Utara,” tegas Piet.

Pemkab Halut bersama Forkopimda kini memperkuat penanggulangan terpadu melalui pemadaman darat, penyediaan pasokan air di lokasi rawan, pemantauan titik panas serta koordinasi penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melanggar ketentuan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan, seiring meluasnya titik kebakaran di wilayah Halmahera Utara. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *