KIERAHAINSIGHT.ID | KAO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Penutupan Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran (TA) 2026 yang dipusatkan di SMK Negeri 5 Halmahera Utara, Desa Biang, Kecamatan Kao, Jumat (31/7).
Selain mengikuti penutupan secara virtual melalui video conference (Vicon), kegiatan juga dirangkaikan dengan karya bakti, pelayanan pengobatan massal, penyerahan bantuan bagi anak penderita stunting, peninjauan hasil rehabilitasi sekolah, hingga penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian pengabdian TNI AD kepada masyarakat.
Kegiatan mengusung tema “Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 Menguatkan Ketahanan Wilayah di Provinsi Maluku Utara.”
Mewakili Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Sekretaris Daerah Halmahera Utara E. J. Papilaya, menghadiri kegiatan bersama Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Ketua Persit KCK Cabang XXXI Dim 1508/Tobelo Ny. Intan Ramdhani, Camat Kao Dedi Hendrik Mayoru, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Tenaga Kesehatan, Kepala Desa se-Kecamatan Kao, serta tokoh masyarakat.
Dalam laporannya, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar mengatakan Program Bakti TNI AD dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial yang berdampak langsung.
“Bakti TNI AD untuk Rakyat diwujudkan melalui pembangunan jembatan, rehabilitasi fasilitas sekolah, pembuatan sumur bor, serta berbagai infrastruktur pendukung yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ramdhani.
Selain pembangunan fisik, program tersebut juga diisi dengan pengobatan massal, donor darah, khitanan massal, serta penghijauan yang terlaksana berkat sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, instansi teknis, PT NHM, dan masyarakat.
Dalam amanatnya, Sekda E. J. Papilaya menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI AD atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan daerah melalui Program Bakti TNI AD.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen.
“Kita semua menyadari bahwa kehidupan ini dibangun atas semangat kebersamaan, saling tolong-menolong, dan saling mendukung. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat adalah modal penting dalam mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Papilaya.
Usai mengikuti Vicon, Sekda bersama rombongan meninjau pelayanan pengobatan umum gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kao bersama Divisi Kesehatan PT NHM. Pelayanan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan pemeriksaan dan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Pada kesempatan yang sama, rombongan juga menyerahkan bantuan tali asih secara simbolis kepada anak-anak penderita stunting sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan generasi muda di Halmahera Utara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan hasil rehabilitasi SMK Negeri 5 Halmahera Utara yang menjadi salah satu sasaran Program Bakti TNI AD. Peninjauan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung peningkatan sarana pendidikan di Kecamatan Kao.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga mengajak para pendidik untuk terus menjaga dedikasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sebagai bekal menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Papilaya berharap kemitraan antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dunia usaha, dan masyarakat terus dipertahankan untuk mendukung pembangunan Halmahera Utara secara berkelanjutan.
“Setiap pengabdian yang kita lakukan hari ini adalah amal kebaikan yang bernilai ibadah sekaligus investasi bagi masa depan generasi muda. Dengan semangat melayani, kita sedang meletakkan fondasi yang kuat bagi terwujudnya Kabupaten Halmahera Utara yang lebih maju, sehat, cerdas, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon sukun sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mendorong pemanfaatan tanaman produktif yang bernilai ekonomi bagi masyarakat. (khi)












