KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Festival KehatiMU 2026 kembali menghadirkan ruang kreativitas bagi masyarakat melalui lomba teater lingkungan bertajuk “The Earth’s Monologue: Uang dan Alam”. Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Festival KehatiMU yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan seni pertunjukan.
Melalui pementasan teater, para peserta diajak mengangkat berbagai persoalan lingkungan yang dikemas dalam cerita dramatis, sehingga pesan konservasi dapat tersampaikan secara kreatif, menyentuh, sekaligus mudah dipahami oleh publik.
Panitia menetapkan tiga subtema yang dapat dipilih peserta, yakni Tragedi Rumah yang Hilang (Konservasi Satwa) yang mengisahkan konflik antara manusia dan satwa liar akibat menyusutnya habitat; Nafas Terakhir Sang Alam (Konservasi Hutan/Laut) yang mengangkat dampak kerusakan lingkungan terhadap masyarakat dan ekosistem; serta Penjaga Mata Air (Konservasi Air dan Karst) yang menceritakan perjuangan sebuah desa mempertahankan sumber air bersih dari ancaman pencemaran industri.
Ketua Panitia Festival KehatiMU 2026, Tjut F. Bangun, mengatakan lomba tersebut dirancang sebagai media kampanye konservasi yang dekat dengan masyarakat melalui karya seni.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kampanye pelestarian lingkungan tidak harus selalu dilakukan melalui seminar atau diskusi. Lewat pementasan teater, masyarakat dapat belajar mengenal isu lingkungan sekaligus menyuarakan pentingnya menjaga ekosistem kita secara emosional dan edukatif,” ujar Tjut, Kamis (30/7).
Dalam perlombaan ini, setiap kelompok terdiri atas maksimal empat orang. Kuota peserta dibatasi hanya untuk enam kelompok pendaftar pertama. Kompetisi menggunakan sistem gugur dalam dua babak, dan kelompok yang lolos ke babak berikutnya diwajibkan membawakan naskah atau judul pertunjukan yang berbeda dari penampilan sebelumnya.
Pendaftaran dibuka gratis mulai 29 Juli hingga 24 Agustus 2026 melalui WhatsApp di nomor 0821-9465-3131 atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada media publikasi resmi Festival KehatiMU. Adapun pementasan akan berlangsung pada 3–5 September 2026. Panitia juga mengingatkan bahwa biaya transportasi peserta menjadi tanggung jawab masing-masing.
Tjut berharap lomba ini mampu menjadi wadah apresiasi seni sekaligus sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Kami berharap para peserta tidak hanya berkompetisi menampilkan akting terbaik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan moral yang mendalam tentang keseimbangan antara alam dan kehidupan manusia. Ayo nae panggung la dapa pe hadiah!” katanya.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas karya dan inovasi seni yang membawa pesan pelestarian lingkungan. (ask)














