KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengambil langkah konkret merespons turunnya harga buah kelapa yang dikeluhkan petani. Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, memutuskan membuka peluang masuknya pembeli atau investor baru untuk membeli kelapa di Halmahera Utara, sekaligus memerintahkan evaluasi tata niaga dengan memanggil para pengumpul guna menelusuri mekanisme pembentukan harga di tingkat petani.
Keputusan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin dialog bersama Front Petani Halmahera Utara di Ruang FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Senin (3/8). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, Manager HRD PT Natural Indococonut Organik (PT NICO), Rita Susetio, jajaran pemerintah daerah, manajemen perusahaan, serta perwakilan petani.
Dialog digelar setelah Front Petani menyampaikan aspirasi terkait turunnya harga kelapa, kondisi jalan tani, dan tata niaga komoditas kelapa. Dalam forum tersebut, pemerintah, perusahaan, dan petani diberi kesempatan menyampaikan pandangan masing-masing untuk mencari jalan keluar bersama.
Bupati menegaskan pemerintah memilih mengedepankan solusi yang dapat segera dilaksanakan dibanding memperpanjang polemik.
“Kalau ada investor atau pembeli kelapa yang ingin masuk ke Halmahera Utara, silakan datang. Pemerintah membuka ruang. Semua pembeli akan kami layani, tetapi harus terdaftar secara resmi agar tata niaga tetap tertib,” ujar Piet.
Menurut Bupati, langkah tersebut bertujuan menciptakan persaingan yang sehat sehingga petani memiliki lebih banyak pilihan dalam menjual hasil panennya.
Selain membuka akses bagi pembeli baru, pemerintah juga akan mengevaluasi rantai distribusi harga kelapa. Langkah ini diambil setelah dalam dialog terungkap adanya perbedaan antara harga pembelian di tingkat perusahaan dan harga yang diterima sebagian petani.
“Kita akan memanggil para pengumpul untuk duduk bersama. Yang ingin kita lihat adalah bagaimana mekanisme pembentukan harga sehingga kita bisa mencari solusi yang adil bagi semua pihak,” katanya.
Bupati meminta persoalan harga tidak disikapi dengan saling menyalahkan, melainkan melalui pembenahan tata niaga yang melibatkan seluruh pelaku usaha.
Ia juga menegaskan harapan pemerintah agar harga kelapa yang diterima petani tidak terus mengalami penurunan dan dapat membaik seiring terciptanya persaingan pembeli yang lebih sehat.
Sementara itu, Manager HRD PT Natural Indococonut Organik (PT NICO), Rita Susetio, menjelaskan perusahaan menetapkan harga pembelian berdasarkan perkembangan pasar nasional dan internasional.
“Kami tidak bisa menentukan harga secara sepihak. Harga mengikuti perkembangan pasar. Kami ingin petani tetap memperoleh manfaat, tetapi perusahaan juga harus tetap berjalan agar kemitraan ini bisa berkelanjutan,” ujar Rita.
Ia menambahkan PT NICO selama ini juga telah membantu petani dalam pengangkutan kelapa di beberapa wilayah sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas petani.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Front Petani Halmahera Utara menyampaikan harapan agar pemerintah dan perusahaan menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Mereka juga meminta perhatian terhadap kondisi jalan tani yang menjadi akses utama pengangkutan hasil panen serta perbaikan tata niaga agar harga yang diterima petani lebih baik.
Aspirasi tersebut diterima pemerintah daerah sebagai masukan untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menutup dialog, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan mendata calon pembeli baru yang berminat berinvestasi di sektor kelapa serta menggelar pertemuan bersama para pengumpul untuk mengevaluasi mekanisme distribusi dan pembentukan harga.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan keberlangsungan industri pengolahan kelapa sebagai salah satu sektor unggulan perekonomian Halmahera Utara. (ask)














