PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Bupati Halmahera Utara Buka Diklat 60 Calon Paskibraka 2026

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Sebanyak 60 pelajar terbaik hasil seleksi resmi memulai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026. Pembukaan diklat dipimpin langsung Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, yang menegaskan seluruh peserta merupakan hasil seleksi objektif dan transparan tanpa intervensi pihak mana pun.

Pembukaan Diklat berlangsung di Hotel Bryken, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Minggu (2/8) malam. Kegiatan tersebut menjadi awal pembinaan bagi para calon Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Halmahera Utara.

Turut hadir Sekretaris Daerah Halmahera Utara E.J. Papilaya, Kapolres Halmahera Utara AKBP Elrichson Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara Rahmat, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Arh Muhammad Ali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Hairudin Dodo, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, tim pelatih, panitia, serta peserta calon Paskibraka.

Dalam laporannya, Kepala Badan Kesbangpol Hairudin Dodo menyampaikan pembentukan Paskibraka Tahun 2026 mengacu pada Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI Nomor 1 Tahun 2025 serta Surat Keputusan Bupati Halmahera Utara Nomor 200.1.2/153/HU/2026.

“Seluruh proses rekrutmen dan seleksi dilakukan secara daring melalui aplikasi Transparansi Paskibraka. Pendekatan ini diterapkan guna menjamin proses pembentukan yang transparan, objektif, netral, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Hairudin.

Ia menjelaskan, pendaftaran yang dibuka pada 2 Maret hingga 8 April 2026 diikuti 257 siswa yang terdiri atas 121 putra dan 136 putri. Setelah seleksi administrasi, sebanyak 149 peserta dari 23 SMA/sederajat dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.

Para peserta kemudian mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensi Umum (TIU) yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sebanyak 101 peserta berhasil melampaui nilai ambang batas dan mengikuti seleksi terpusat yang meliputi parade, pemeriksaan kesehatan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan jasmani, hingga tes kepribadian.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Kesbangpol Nomor 200.1.2/168/2026 tanggal 25 Juni 2026, ditetapkan 60 siswa terbaik yang terdiri atas 30 putra dan 30 putri dari 15 sekolah sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2026.

Hairudin juga mengungkapkan bahwa Halmahera Utara kembali mengirimkan tiga siswa terbaik, terdiri atas satu putri dan dua putra, untuk mengikuti seleksi dan bertugas sebagai Paskibraka Tingkat Provinsi Maluku Utara di Sofifi.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Diklat Paskibraka tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga pendidikan karakter melalui materi kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penanggulangan radikalisme. Pelatihan dilaksanakan oleh lima instruktur yang berasal dari Kodim 1508/Tobelo dan Polres Halmahera Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter sekaligus tempat lahirnya calon pemimpin bangsa.

“Paskibraka bukan sekadar menaikkan dan menurunkan bendera, melainkan wadah untuk membangun jiwa kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta menanamkan nilai-nilai cinta tanah air,” tegas Bupati.

Bupati juga memastikan seluruh peserta yang mengikuti Diklat merupakan hasil seleksi murni berdasarkan kemampuan dan prestasi tanpa adanya intervensi pihak mana pun.

Terkait pelaksanaan tahun ini, Bupati menjelaskan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Halmahera Utara belum dilibatkan karena masih terdapat persoalan internal organisasi di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah memilih memprioritaskan kelancaran penyelenggaraan Diklat sembari mendorong penyelesaian persoalan tersebut.

Selain itu, Bupati meminta penambahan pengasuh dari unsur TNI dan Polri, termasuk personel Polwan, guna memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap seluruh peserta selama menjalani pendidikan dan pelatihan. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan hak-hak seluruh pihak yang terlibat agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kalian adalah orang-orang pilihan. Dalam beberapa tahun terakhir, alumni Paskibraka Halmahera Utara berhasil lolos menjadi taruna Akmil dan Akpol. Ini membuktikan bahwa generasi muda Halmahera Utara mampu bersaing di tingkat nasional. Ikuti seluruh proses pendidikan ini dengan disiplin, taat aturan, dan penuh tanggung jawab,” pesan Bupati.

Pembukaan Diklat ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Halmahera Utara kepada perwakilan calon Paskibraka. Pendidikan dan pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Halmahera Utara. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *