kierahainsight.id | Halut – Suasana penuh sukacita dan khidmat menyelimuti peresmian serta pentahbisan Gedung Gereja Jemaat Bersehati WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, Selasa (19/5).
Prosesi berlangsung dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E.J. Papilaya, yang hadir mewakili Bupati Halmahera Utara bersama Ketua Sinode GMIH Pdt. Demianus Ice.
Momentum sakral tersebut disaksikan ratusan jemaat, tokoh gereja, unsur Forkopimda, serta masyarakat yang memadati area gereja sebagai tanda syukur atas berdirinya rumah ibadah baru bagi Jemaat Bersehati WKO.
Turut hadir Sekretaris Sinode GMIH Wilayah WKO Pdt. Leundame S. Boediman, Kapolsek Tobelo Ipda Asdar, Camat Tobelo Tengah Ben Thomi Huragana, para pendeta, panitia, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sekda Halut E.J. Papilaya menegaskan gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk menumbuhkan kasih, persatuan, dan kehidupan yang saling menguatkan antarjemaat.
Menurutnya, nama “Bersehati” memiliki makna mendalam tentang bagaimana manusia membangun kehidupan dengan ketulusan hati dan kebijaksanaan.
“Kadang manusia berpikir dengan logika, kadang dengan hati. Tetapi kehidupan yang damai lahir ketika hati dipenuhi kasih dan kerendahan untuk saling menerima,” ujar Papilaya.
Ia kemudian menggambarkan empat ruang dalam kehidupan manusia. Pertama, ruang di mana seseorang mengetahui sesuatu dan membagikannya kepada orang lain sebagai bentuk pengetahuan. Kedua, ruang untuk menerima masukan dan belajar dari sesama. Ketiga, ruang kebersamaan untuk membangun dan memberdayakan secara bersama-sama. Sementara ruang keempat, menurutnya, adalah ruang yang hanya diketahui Tuhan.
“Ketika manusia sampai pada batas pengetahuannya, di situlah Tuhan bekerja. Karena itu gereja harus menjadi rumah damai, tempat bertumbuhnya kasih dan kehidupan yang saling menopang,” katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Muda Lessy yang telah menghibahkan sarana rumah ibadah tersebut bagi Jemaat Bersehati WKO.
Ia menilai kehadiran Gereja Bersehati tidak hanya memperkuat pelayanan rohani masyarakat, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan serta memperindah kawasan Tobelo dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIH Pdt. Demianus Ice menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya pembangunan Gedung Gereja Bersehati yang dinilai menjadi salah satu pembangunan gereja tercepat di lingkungan GMIH.
“Nama Bersehati bukan sekadar nama. Di dalamnya ada makna hidup dalam damai sejahtera, kasih yang tulus, serta semangat persatuan dalam penyertaan Tuhan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan gereja tersebut berhasil diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun tiga bulan lima belas hari. Capaian itu, menurutnya, menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan jemaat dalam membangun pelayanan gereja.
Ketua Sinode juga mengingatkan pentingnya kehidupan bergereja yang dilandasi moral, kesatuan hati, dan tujuan bersama dalam mewujudkan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian acara peresmian dan pentahbisan turut diisi dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Jemaat Bersehati, pentahbisan seorang pendeta, serta sakramen baptisan kudus yang berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan damai sejahtera bersama 37 kepala keluarga Jemaat Bersehati WKO.
Suasana ibadah semakin khidmat dan meriah dengan penampilan paduan suara Smart Chorale yang mengiringi jalannya acara hingga selesai.
Peresmian gereja tersebut bukan hanya menjadi tonggak baru pelayanan rohani Jemaat Bersehati WKO, tetapi juga simbol kuatnya persatuan, gotong royong, dan iman jemaat dalam membangun kehidupan bergereja di Halmahera Utara. (ask)
















