Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mempercepat langkah transformasi digital dalam pengelolaan pendapatan daerah. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kebijakan tersebut kini resmi memasuki tahap implementasi.
Langkah ini merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, melalui konsep Halut Setara yang menekankan tata kelola pemerintahan transparan, modern, dan berbasis digital.
Kepala Bapenda Halut, Andris Kbarek, mengatakan digitalisasi bukan lagi sebatas perencanaan, melainkan sudah berjalan secara konkret di lapangan. “Transformasi digital ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan tata kelola yang transparan, merata, dan modern berbasis digital,” kata Andris.
Dalam mempercepat implementasi, Pemkab Halut menggandeng Bank Maluku Maluku Utara sebagai mitra strategis. Pertemuan bersama jajaran pimpinan bank di Ambon, yang turut dihadiri Bupati Halut, menghasilkan komitmen kuat dalam mendukung sistem digital pendapatan daerah. “Secara teknis, implementasi sistem dikembalikan kepada Pemkab Halut melalui Bapenda. Kami menyiapkan mekanisme penerapan di lapangan, termasuk waktu efektif pemberlakuannya,” ujarnya.
Andris menjelaskan, Bapenda sebelumnya telah lebih dulu mengembangkan sistem digital bernama SiPEKA (Sistem Informasi Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah) bekerja sama dengan pengembang Fitex dari Bandung, Jawa Barat.
Sistem tersebut kini telah diuji coba secara internal dan akan diintegrasikan dengan aplikasi pembayaran pajak digital V-TAX, yang terhubung langsung dengan sistem pembayaran online milik Bank Maluku Maluku Utara. “Sistem SiPEKA ini sudah berjalan dan kami uji coba secara internal,” jelasnya.
Ia menegaskan, fokus saat ini bukan lagi membangun sistem dari nol, melainkan memastikan integrasi dan konektivitas antarplatform berjalan optimal. “Seluruh proses pembayaran, penerimaan hingga pengelolaan data akan terintegrasi berbasis digital,” tambahnya.
Digitalisasi ini diharapkan mampu menekan potensi kebocoran pendapatan daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik.
Selain itu, masyarakat juga akan dimudahkan dalam melakukan pembayaran pajak daerah. “Kalau sebelumnya sistem manual memakan waktu dan berisiko, maka sistem digital menjadi solusi yang lebih cepat, aman, dan akuntabel,” tegas Andris.
Sebagai bagian dari kesiapan implementasi, Bapenda juga menyiapkan sumber daya manusia. Sebanyak lima teknisi akan mengikuti pelatihan integrasi digital selama satu minggu di Jakarta dan Tangerang, termasuk di kantor pusat Telkom. “Pelatihan ini mencakup simulasi dan uji coba sebelum peluncuran resmi,” ujarnya.
Andris menambahkan, digitalisasi ini merupakan arahan langsung pimpinan daerah dalam mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Kami siap menindaklanjuti hingga sistem ini bisa diterapkan secara menyeluruh,” katanya.
Peluncuran sistem digitalisasi pendapatan daerah, termasuk aplikasi V-TAX, direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Halmahera Utara. “Momentum HUT Halut akan menjadi langkah strategis menuju pemerintahan modern,” tutup Andris. (red)
















