kierahainsight.id | Halut – PT Pasific Coir Internasional terus menunjukkan ekspansi bisnis di sektor pengolahan serabut kelapa. Usai mengekspor 24,76 ton Cocopith dan Cocochip ke Taiwan, perusahaan tersebut kini menyiapkan lini produk baru bernama “Grobek”, yakni media tanam berbasis serabut kelapa yang menyasar sektor hortikultura.
Komisaris PT Pasific Coir Internasional, Orhan Yilmas, mengatakan inovasi tersebut masih dalam tahap persiapan, termasuk pengadaan mesin produksi yang saat ini dalam perjalanan. “Kami sudah menyiapkan produk baru. Saat ini mesinnya masih dalam perjalanan. Setelah tiba, kami akan memproduksi ‘Grobek’ yang khusus digunakan untuk tomat dan sayur-sayuran,” ujar Orhan.
Ia menjelaskan, sebelumnya perusahaan telah memproduksi dan mengekspor Cocopith dan Cocochip melalui proses pengolahan berstandar ekspor. Serabut kelapa dicuci, dikeringkan, lalu dipres dalam kemasan sebelum dikirim ke pasar internasional. “Prosesnya dimulai dari pencucian bahan baku, kemudian dikeringkan, setelah itu dipres menjadi ukuran 2 hingga 5 kilogram sebelum diekspor,” jelasnya.
Langkah ekspansi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, menilai kehadiran produk baru tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami sangat mengapresiasi karena ini merupakan pengembangan investasi. Sebelumnya sudah ada dua produk, dan jika bertambah lagi tentu ini sangat baik bagi daerah,” kata Nyoter.
Menurutnya, pengembangan industri turunan kelapa tidak hanya membuka peluang ekspor, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan investasi dan ekonomi masyarakat. “Ini membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kami mendukung penuh upaya membuka peluang investasi yang lebih luas di Halmahera Utara,” pungkasnya.
Dengan potensi bahan baku kelapa yang melimpah, Halmahera Utara kian menguat sebagai salah satu pusat pengembangan industri turunan kelapa berorientasi ekspor. (ask)
















