kierahainsight.id | Halut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengambil langkah tegas menyusul tingginya aktivitas vulkanik Gunung Berapi Dukono yang hingga kini masih berada pada kondisi berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
Melalui pernyataan resminya, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pendakian, camping, wisata, maupun kegiatan lainnya dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Dukono resmi dilarang hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.
Penegasan tersebut muncul setelah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman erupsi, termasuk adanya peristiwa yang menelan korban jiwa di kawasan gunung api aktif tersebut.
Pemerintah daerah menilai situasi Dukono saat ini tidak dapat dipandang sebagai aktivitas alam biasa. Risiko erupsi sewaktu-waktu dinilai masih sangat tinggi, sehingga seluruh pihak diminta menghentikan sementara seluruh aktivitas di kawasan rawan bencana.
“Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah dan pihak berwenang,” tegas Piet, Kamis (14/5).
Ia juga mengingatkan agar masyarakat, komunitas pendaki, pelaku wisata, maupun pihak lainnya tidak mengabaikan peringatan resmi yang telah disampaikan pemerintah dan petugas vulkanologi.
Menurut Bupati, pemerintah tidak sedang membatasi ruang aktivitas masyarakat tanpa alasan, melainkan sedang berupaya mencegah jatuhnya korban berikutnya di kawasan Gunung Dukono.
“Kami tidak ingin ada lagi korban hanya karena mengabaikan peringatan keselamatan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga menyoroti masih adanya ajakan pendakian maupun aktivitas wisata yang beredar di tengah kondisi gunung yang belum stabil. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan maupun mengikuti ajakan aktivitas menuju kawasan Dukono selama status aktivitas gunung masih berada pada tingkat berbahaya.
“Pemerintah tidak melarang tanpa alasan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Piet.
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa keselamatan manusia harus ditempatkan di atas seluruh kepentingan lainnya, termasuk aktivitas wisata dan petualangan.
“Gunung Dukono adalah bagian dari Halmahera Utara yang kita cintai. Namun dalam kondisi seperti sekarang, tidak ada aktivitas wisata yang lebih penting daripada keselamatan nyawa manusia,” tegasnya.
Pernyataan resmi tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa penanganan kawasan Dukono kini masuk dalam prioritas mitigasi serius Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama pihak terkait.
Bupati Piet berharap seluruh masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, petugas pengamatan gunung api, serta pihak berwenang lainnya demi mencegah terulangnya insiden yang tidak diinginkan.
Di tengah ancaman aktivitas vulkanik yang belum mereda, pemerintah menekankan bahwa kewaspadaan kolektif dan kepatuhan terhadap peringatan keselamatan menjadi benteng utama untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana. (ask)
















