KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) resmi mencanangkan target transformasi ekonomi berbasis hilirisasi komoditas unggulan daerah pada upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 di halaman Kantor Bupati Halut, Selasa (2/6). Sektor agraria, khususnya komoditas kelapa, diproyeksikan menjadi pilar utama pembangunan ke depan.
Upacara tersebut dihadiri ribuan undangan lintas sektor, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pemekaran, akademisi, hingga aliansi kepemudaan Cipayung Plus.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menegaskan pemerintah daerah tengah membenahi tata kelola pemerintahan dan infrastruktur secara bertahap demi mendukung percepatan ekonomi di akar rumput.
”Di bidang ekonomi, pemerintah daerah terus mendorong hilirisasi komoditas kelapa sebagai salah satu potensi unggulan Halmahera Utara. Kami berharap ke depan Tobelo dapat berkembang menjadi salah satu pusat ekspor di Provinsi Maluku Utara yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Piet Hein Babua dalam pidato resminya.
Bupati menambahkan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, beberapa indikator reformasi birokrasi, pelayanan publik, pengelolaan keuangan, hingga penurunan angka stunting di Halmahera Utara terus menunjukkan tren positif. Namun, ia mengakui tantangan sektoral seperti pembangunan jalan tani dan pemulihan infrastruktur pascabencana masih memerlukan sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga memori kolektif terhadap jasa para tokoh pemekaran yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah.
”Ada sebuah pepatah yang mengatakan, ‘Jika engkau berteduh di bawah pohon, jangan lupakan siapa yang menanamnya.’ Sejarah boleh saja dilupakan oleh manusia, tetapi sejarah tidak dapat dihapus. Karena itu, kita patut menghormati dan menghargai jasa para pejuang pemekaran,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, menyatakan amanah kepemimpinan yang saat ini berjalan akan terus dikawal lewat prinsip keterbukaan terhadap kritik publik. Menurutnya, respons aktif dari masyarakat diperlukan sebagai bahan evaluasi kinerja pelayanan.
”Tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar, terutama dalam penanganan stunting, pengelolaan lingkungan, dan kerja optimalisasi sumber daya alam. Melalui tema HUT tahun ini yang mengangkat simbol kelapa, kami mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung pembangunan Halut yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutur Kasman.
Rangkaian upacara ditutup dengan prosesi pemotongan kue peringatan, pemberian apresiasi daerah, dan ramah tamah. (ask)














