KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pelayanan keagamaan melalui pembangunan Gedung Pastori Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca, Kecamatan Tobelo Selatan. Komitmen tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Rabu (15/7).
Kegiatan tersebut dihadiri Karo Kesra Setda Provinsi Maluku Utara Asrul Gailea, mewakili Gubernur Maluku Utara, Staf Ahli Bupati Halmahera Utara Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Gleen Lamberto Onthoni, mewakili Bupati Halmahera Utara, Ketua GMIH Jalan WKO Pdt. Anselmus Puasa, unsur Forkopimcam, Kepala Desa, serta warga Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca.
Sebelum prosesi peletakan batu pertama dimulai, Gleen Lamberto Onthoni menyampaikan pesan mewakili Bupati Halmahera Utara. Ia menegaskan pembangunan gedung pastori bukan sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat pusat pelayanan dan pembinaan umat.
“Pemerintah daerah meyakini bahwa gedung pastori ini akan menjadi episentrum baru bagi penguatan pelayanan gereja. Kita tidak sedang sekadar mendirikan bangunan semen dan batu, melainkan memperkokoh pilar pembinaan mental, spiritual, dan moral umat di Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca agar selaras dengan program pembangunan daerah,” ujar Gleen.
Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana hingga tuntas.
“Semoga proses pembangunan ini terus berlanjut hingga selesai dengan lancar dan baik. Mari kita bersama-sama menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong agar pembangunan ini dapat diselesaikan sesuai harapan serta memberi manfaat besar bagi pelayanan jemaat,” tambahnya.
Selanjutnya, prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara bersama oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Ketua Sinode GMIH, serta unsur Forkopimcam sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Pastori Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca.
Usai prosesi tersebut, Karo Kesra Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, menyampaikan pemerintah provinsi terus berkomitmen mendukung pembangunan sarana keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Maluku Utara.
Menurutnya, keberadaan fasilitas penunjang yang memadai akan memberikan ruang bagi para pelayan gereja untuk menjalankan tugas pembinaan umat secara lebih optimal.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kehidupan beragama. Akses terhadap sarana penunjang seperti gedung pastori ini penting agar para pelayan jemaat dapat bekerja dengan fokus, tenang, dan optimal dalam membimbing warga,” kata Asrul.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan terus mendorong pembangunan sarana keagamaan melalui mekanisme bantuan yang tersedia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua GMIH Jalan WKO, Pdt. Anselmus Puasa, mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh jemaat yang bergotong royong mewujudkan pembangunan gedung pastori.
Menurutnya, keberadaan pastori memiliki peran strategis sebagai pusat pelayanan seorang pendeta dalam mendampingi kehidupan rohani jemaat sekaligus mengoordinasikan berbagai program pelayanan gereja.
“Gedung pastori adalah jantung operasional pelayanan seorang pendeta. Keberadaan pastori yang layak akan memaksimalkan fungsi koordinasi, konseling pastoral, dan perencanaan program pembinaan warga jemaat di Tobelo Selatan. Kami berterima kasih atas kolaborasi Pemprov Maluku Utara, Pemkab Halmahera Utara, serta dedikasi seluruh warga jemaat yang bersama-sama mewujudkan pembangunan ini,” ujar Pdt. Anselmus.
Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga hingga pembangunan selesai sehingga gedung pastori dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca.
Pembangunan Gedung Pastori Jemaat Bukit Siloam Talaga Paca diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas yang layak bagi pelayan gereja, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam memperkuat kehidupan beragama, mempererat kebersamaan, serta mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Halmahera Utara. (khi)














