kierahainsight.id | Halut – Pemerintah Daerah Halmahera Utara menggencarkan sosialisasi penghentian sementara aktivitas wisata di kawasan Gunung Dukono pascatragedi erupsi yang terjadi pada 8 Mei lalu.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ikut terlibat aktif mengedukasi masyarakat maupun wisatawan terkait tingginya risiko aktivitas vulkanik Gunung Dukono saat ini.
Langkah tersebut, kata Piet, menjadi bagian dari upaya mitigasi sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mencegah terulangnya insiden serupa.
“Peristiwa tanggal 8 kemarin menjadi catatan penting bagi kita semua. Karena itu saya meminta seluruh OPD bersama-sama melakukan sosialisasi, baik melalui media lokal maupun media nonlokal, bahwa untuk sementara aktivitas ke Dukono ditutup sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Piet, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, dalam rencana induk pengembangan pariwisata daerah, Gunung Dukono memang masuk sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Halmahera Utara. Aktivitas vulkanik yang dapat disaksikan secara langsung selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Popularitas Gunung Dukono bahkan terus meningkat di berbagai platform media sosial internasional. Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan langsung letupan dan semburan abu vulkanik yang dianggap sebagai fenomena langka.
“Orang datang bukan sekadar melihat, tetapi juga mengabadikan momen lewat foto dan video, kemudian dibagikan di media sosial. Itu yang membuat Dukono semakin dikenal luas,” katanya.
Namun di balik daya tarik wisata ekstrem tersebut, Piet menegaskan bahwa aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.
Ia mengungkapkan, tinggi letusan saat tragedi terjadi mencapai sekitar 10 ribu meter, jauh di atas aktivitas normal Gunung Dukono yang biasanya berada di kisaran 5 ribu meter.
“Awalnya mereka masih antusias melihat letusan pertama, tetapi kemudian terjadi letusan berikutnya yang menyebabkan tragedi yang tentu tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.
Pemda Halut kini terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan sosialisasi mitigasi berjalan maksimal sambil menunggu perkembangan aktivitas Gunung Dukono kembali dinyatakan aman untuk aktivitas wisata. (ask)
















