KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO TENGAH – Pertandingan sepak bola antara Kota Ternate dan Halmahera Barat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara 2026 terpaksa dihentikan dan ditunda akibat cuaca ekstrem yang melanda arena pertandingan, Sabtu (13/6).
Laga yang berlangsung di Lapangan Pitu Lina Ino, Kecamatan Tobelo Tengah, itu tidak dapat dilanjutkan setelah hujan berintensitas tinggi disertai petir mengguyur kawasan pertandingan. Demi menghindari risiko yang dapat membahayakan pemain maupun seluruh pihak yang berada di sekitar lapangan, penyelenggara memutuskan untuk menunda pertandingan hingga kondisi dinyatakan aman.
Saat keputusan penundaan diambil, kedua tim masih bermain imbang 1-1 hingga berakhirnya babak pertama.
Keputusan tersebut diambil setelah pihak penyelenggara mempertimbangkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Kondisi lapangan yang semakin berat akibat hujan serta aktivitas petir di sekitar lokasi pertandingan dinilai berpotensi menimbulkan risiko bagi pemain, perangkat pertandingan, ofisial tim, panitia pelaksana, hingga penonton yang menyaksikan langsung jalannya laga.
Penundaan pertandingan juga dilakukan untuk memastikan kelanjutan pertandingan dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan kompetitif, tanpa mengurangi kualitas pertandingan maupun mengorbankan keselamatan seluruh unsur yang terlibat.
Berdasarkan keputusan penyelenggara, pertandingan antara Kota Ternate dan Halmahera Barat akan dilanjutkan pada Minggu (14/6) pukul 13.00 WIT di Lapangan Pitu Lina Ino, Kecamatan Tobelo Tengah.
Sebelum cuaca memburuk, pertandingan berlangsung dalam tempo yang cukup tinggi. Kedua tim mampu memanfaatkan peluang yang diperoleh sehingga sama-sama mencetak satu gol pada babak pertama. Skor imbang 1-1 yang bertahan hingga turun minum membuat peluang kedua tim untuk meraih kemenangan masih terbuka lebar saat pertandingan kembali dilanjutkan.
Penundaan ini sekaligus menambah tensi persaingan pada cabang olahraga sepak bola Porprov V Maluku Utara 2026. Dengan waktu pertandingan yang masih tersisa satu babak penuh, baik Kota Ternate maupun Halmahera Barat masih memiliki kesempatan yang sama untuk mengamankan hasil maksimal dan menjaga peluang mereka dalam kompetisi.
Dalam penyelenggaraan olahraga, penghentian pertandingan akibat cuaca ekstrem merupakan langkah yang lazim dilakukan ketika kondisi dinilai tidak lagi aman. Hujan lebat yang disertai petir menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam keselamatan atlet dan seluruh elemen pertandingan, sehingga keputusan penundaan menjadi pilihan yang tidak dapat dihindari.
Kini perhatian tertuju pada lanjutan pertandingan yang akan digelar besok siang. Dengan kedudukan masih sama kuat 1-1, duel Kota Ternate kontra Halmahera Barat diperkirakan akan berlangsung semakin ketat karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga langkah mereka di ajang Porprov V Maluku Utara 2026. (ask)














