Halal Bihalal di Loloda Kepulauan, Bupati Halut Dorong Industri Perikanan hingga Jalan Desa

Loloda Kepulauan merupakan wilayah pengembangan industri perikanan terpadu. Ke depan kami akan menghadirkan investor untuk membangun fasilitas pengolahan ikan

banner 120x600

Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggelar halal bihalal bersama masyarakat Kecamatan Loloda Kepulauan di Desa Dama, Selasa (21/4). Kegiatan yang mengusung tema “Halal Bihalal Memperkuat Persaudaraan Membangun Halmahera Utara Menuju Bersetara dan Berkelanjutan” itu dihadiri Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dan tamu undangan lainnya.

Camat Loloda Kepulauan Yakmil Abdul Karim menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah daerah di wilayah kepulauan tersebut. “Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta OPD yang sudah berkenan datang ke Loloda Kepulauan. Kiranya kehadiran ini dapat menjadikan wilayah ini lebih baik ke depannya,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua, mengatakan pemerintah daerah mendorong pengembangan potensi perikanan di Loloda Kepulauan melalui skema industri terpadu. “Loloda Kepulauan merupakan wilayah pengembangan industri perikanan terpadu. Ke depan kami akan menghadirkan investor untuk membangun fasilitas pengolahan ikan,” ujar Pithein.

Selain sektor perikanan, Pemkab Halut juga mulai menyiapkan pengelolaan potensi tambang rakyat di wilayah tersebut. “Tahun 2026 ini akan dimulai pertambangan rakyat untuk komoditas mangan, dengan luas area yang telah dipetakan sekitar 5 hingga 10 hektare,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan. “Pembangunan jalan aspal di dalam Desa Dama harus dikerjakan dan diselesaikan pada tahun 2027 sesuai target,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, Bupati mengungkapkan adanya peningkatan harga kopra yang berdampak pada pendapatan masyarakat. “Harga kopra yang sebelumnya di kisaran Rp6.000–7.000 kini meningkat menjadi Rp14.000 pada tahun 2026,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga stabilitas keamanan dan tidak mudah terprovokasi. “Kami mengajak masyarakat untuk menghindari provokator dan tidak mudah terpancing isu yang dapat memecah belah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Halut Kasman Hi. Ahmad dalam tausiyahnya menyampaikan halal bihalal sebagai momentum mempererat persaudaraan. “Halal bihalal adalah wujud nyata saling memaafkan dan memperkuat silaturahmi,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah daerah berkomitmen membangun wilayah terpencil, termasuk Loloda Kepulauan yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Meskipun Loloda Kepulauan termasuk wilayah 3T, kami akan terus menghadirkan pembangunan dan kerja nyata demi pemerataan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama serta penampilan tarian tradisional dan musik daerah oleh masyarakat setempat. (red)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *