kierahainsight.id | Halut — Tim SAR gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono di kawasan puncak pendakian, Sabtu (9/5). Korban diketahui bernama Enjel, warga negara Indonesia, yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama dua warga negara asing asal Singapura.
Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material abu vulkanik di area yang sangat dekat dengan pusat erupsi.
“Korban ditemukan di bawah timbunan abu vulkanik dan posisinya berada sangat dekat dengan pusat aktivitas vulkanik,” kata Iwan.
Hingga Sabtu sore, tim gabungan masih berupaya mengevakuasi jenazah korban menuju posko utama. Namun proses evakuasi berlangsung sulit karena Gunung Dukono masih terus mengalami erupsi disertai cuaca di kawasan puncak yang tidak menentu.
“Proses evakuasi masih berlangsung. Kondisi di lapangan cukup berat karena erupsi masih terjadi dan cuaca di puncak berubah-ubah,” ujarnya.
Sementara itu, dua pendaki lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan melalui jalur darat.
“Pencarian lewat udara tidak memungkinkan. Saat ini kami hanya mengandalkan pencarian darat,” katanya.
Berdasarkan data Basarnas, total terdapat 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono. Tiga pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang yakni Heng Wen Qiang Timothy (30), warga negara Singapura, Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), warga negara Singapura, dan Enjel, warga negara Indonesia.
Iwan mengungkapkan, salah satu WNA yang masih hilang diketahui membawa perangkat khusus yang sinyalnya masih dapat terdeteksi Basarnas Pusat, sehingga membantu tim dalam pelacakan posisi korban.
“Salah satu WNA menggunakan alat yang masih bisa terdeteksi oleh Basarnas Pusat. Itu menjadi petunjuk bagi tim dalam melakukan pencarian,” ujarnya.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih bersiaga di kawasan Gunung Dukono di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik untuk melanjutkan proses evakuasi dan pencarian korban lainnya. (ask)
















