PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Duet Bupati Piet dan Wabup Kasman Boyong Proyek Strategis Rp110 Miliar ke Halut

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Langkah diplomasi anggaran yang dilakukan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, bersama Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad membuahkan hasil signifikan. Pemerintah pusat resmi menyetujui pengucuran dana infrastruktur pertanian senilai lebih dari Rp110 miliar untuk wilayah Kabupaten Halmahera Utara tahun ini.

Pagu anggaran tersebut dialokasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air, sebagai langkah nyata mendukung program swasembada pangan daerah.

Persetujuan pusat ini merespons Surat Usulan Bupati Nomor 600.9.7/389.a tertanggal 21 April 2026. Kurang dari tiga bulan sejak dikirimkan, Kementerian PUPR menyetujui tiga dari empat proposal prioritas pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) dengan total nilai Rp90.116.628.000.

Rincian ketiga proyek D.I. tersebut meliputi:

  • Pembangunan D.I. Baru Kusuri: Pagu anggaran sebesar Rp30.761.764.000.
  • Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Paca Leleoto: Pagu anggaran sebesar Rp24.613.145.000.
  • Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Gagaapok:Pagu anggaran sebesar Rp34.741.719.000.

Selain tiga fasilitas irigasi utama tersebut, pemerintah pusat juga mengucurkan anggaran tambahan sebesar kurang lebih Rp20 miliar untuk Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang disebar di 11 titik lokasi se-Kabupaten Halmahera Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halmahera Utara, Williams Jesajas, membenarkan persetujuan anggaran pusat tersebut. Saat ini, proyek berada dalam tahap persiapan administrasi sebelum dieksekusi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

“Usulan Bupati sudah disetujui pusat, dan saat ini sedang dalam tahap persiapan penunjukan penyedia barang dan jasa. Seluruh pekerjaan ini dieksekusi langsung melalui BWS Maluku Utara,” ujar Willy.

Ia merinci output fisik dari proyek bernilai ratusan miliar ini. Untuk D.I. Kusuri akan dibangun bendung baru, D.I. Paca Leleoto difokuskan pada pengerjaan jaringan irigasi pasangan batu primer dan sekunder, sedangkan D.I. Gagaapok difokuskan pada rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada (existing).

“Dengan disetujuinya proyek irigasi dan pembangunan JIAT di 11 lokasi, total intervensi pembangunan jaringan air tanah dan irigasi dari pusat untuk Pemda Halut tahun ini mencapai lebih dari Rp100 miliar,” tegasnya.

Realisasi program strategis ini merupakan buah dari komitmen Pemkab Halmahera Utara yang ditindaklanjuti lewat pertemuan khusus bersama Kementerian PUPR, BWS Maluku Utara, serta Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, di Tobelo pada 10 Februari 2026 lalu. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah menuju Halmahera Utara SETARA di sektor pertanian. (khi)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *