kierahainsight.id | Halut — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bergerak cepat merespons erupsi Gunung Dukono dengan memastikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian dan evakuasi korban yang hingga kini masih berlangsung.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, saat konferensi pers bersama Forkopimda dan tim SAR gabungan di ruang Vicon Polres Halmahera Utara, Jumat (8/5) malam.
“Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan penanganan dan evakuasi korban,” ujar Piet.
Ia menegaskan keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam operasi penanganan erupsi Gunung Dukono.
“Yang terpenting saat ini adalah keselamatan seluruh korban dan kelancaran proses evakuasi di lapangan,” lanjutnya.
Menurut Piet, Pemkab Halut telah menyiapkan ambulans, tenaga medis, logistik, dan dukungan lainnya untuk membantu operasi SAR.
“Kami siapkan ambulans, tenaga medis, logistik, dan seluruh kebutuhan pendukung untuk operasi SAR,” katanya.
Sebanyak 10 korban selamat yang berada di RSUD Tobelo terdiri dari tujuh warga negara asing asal Singapura dan tiga warga lokal.
“Hasil pemeriksaan RSUD Tobelo menyimpulkan seluruh korban dalam keadaan aman dan baik. Mereka rata-rata mengalami luka ringan,” ujar Piet.
Menurutnya, para korban selamat sementara ditempatkan di Penginapan Bianda Tobelo sambil menunggu proses pemulangan.
“Saat ini korban selamat dari WNA sudah diinapkan di Penginapan Bianda. Seluruh korban mendapat penanganan medis dan rawat jalan,” tambahnya.
Piet juga berharap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan dapat segera dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Kita berharap tiga korban yang belum ditemukan sampai saat ini masih dalam keadaan selamat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 15 dari total 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
“Sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan delapan warga lokal,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, informasi awal diterima Basarnas melalui sinyal darurat dari salah satu pendaki WNA pada Jumat pagi.
“Sinyal darurat dari salah satu pendaki WNA terdeteksi sejak pukul 07.41 WIT, sebelum laporan resmi diterima Basarnas pada pukul 08.55 WIT,” kata Iwan.
Menurutnya, proses pencarian masih terus dilakukan terhadap tiga pendaki lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
“Keterangan mengenai dua WNA yang diduga meninggal dunia diperoleh dari rekan korban, namun sampai saat ini belum dapat dipastikan karena korban belum ditemukan,” ujarnya.
Sementara satu pendaki lokal bernama Engel, yang diketahui merupakan pegawai Pertamina Ternate, juga masih dalam pencarian.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Sarjan Roboke, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih sangat tinggi dengan kolom abu mencapai 10 ribu meter.
“Sejak pukul 07.41 WIT, aktivitas erupsi tercatat terjadi sekitar 100 kali dengan interval letusan antara satu hingga lima menit,” katanya.
Dandim 1508/Tobelo, Alex Donald M. L. Gaol, mengatakan proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan material vulkanik yang masih berjatuhan di area gunung.
“Kami kerahkan personel TNI untuk membantu evakuasi dan pembukaan jalur. Besok pagi pencarian akan kembali dilanjutkan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pecinta aktivitas pendakian untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Dukono karena status gunung masih berada pada Level II.
“Gunung Dukono setiap hari mengalami erupsi, namun kali ini kolom abu mencapai sekitar 10 ribu meter disertai material batu vulkanik,” kata Alex.
Sementara Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, menegaskan pihaknya akan mendalami dugaan pelanggaran aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono.
“Kami akan mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam aktivitas pendakian tersebut,” tegasnya.
Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PVMBG, Dinas Kesehatan, relawan, dan masyarakat setempat. Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan masih bersiaga dan akan melanjutkan pencarian tiga korban pada Sabtu pagi. (ask)
















