KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara resmi melepas keberangkatan kafilah yang akan bertarung dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Maluku Utara. Prosesi pelepasan 60 delegasi terbaik tersebut berlangsung khidmat di Ruang FTJ Kantor Bupati Halmahera Utara, Kecamatan Tobelo, Jumat (19/06).
Kekuatan utama kafilah Halmahera Utara bertumpu pada 36 peserta kompetisi yang didukung penuh oleh 24 personel tim ofisial serta pelatih. Mereka merupakan qari dan qariah terbaik yang lolos dari fase penyaringan ketat pada seleksi berjenjang tingkat kabupaten di Kecamatan Malifut, beberapa waktu lalu.
Hadir dalam upacara pelepasan tersebut jajaran fungsionaris daerah, mulai dari Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, hingga para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus LPTQ Kabupaten.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi. Ahmad, menegaskan dominasi di level lokal harus menjadi batu loncatan strategis menuju panggung utama di tingkat nasional. Ia meminta para peserta melipatgandakan ketahanan mental dan konsistensi kompetensi selama berlaga di ibu kota provinsi.
“Harapan kita, adik-adik semua mampu menyuguhkan performa terbaik. Keberhasilan di tingkat kabupaten adalah modal awal. Jika Anda menanamkan tekad yang kuat, berniat lurus, dan terus berlatih, bukan tidak mungkin representasi Maluku Utara di tingkat nasional mendatang lahir dari pundak Anda semua,” ujar Kasman di hadapan hadirin.
Lebih jauh, Kasman menggarisbawahi posisi geopolitik Halmahera Utara yang saat ini tengah mengawal dua agenda kultural-keagamaan besar secara simultan: MTQ ke-31 di Sofifi dan Pesparawi Nasional di Papua. Dua momentum ini dipandang bukan sekadar ritual kompetisi, melainkan instrumen kebijakan untuk merawat stabilitas dan kerukunan lintas iman.
“Dua agenda besar ini adalah manifestasi nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pembangunan spiritual. Ini harus menjadi daya dorong kolektif; umat Muslim dengan Al-Qur’annya dan umat Kristiani dengan Alkitabnya, sama-sama menggali inspirasi untuk menggerakkan pembangunan di Halmahera Utara,” urai Kasman.
Sebagai bentuk pengakuan atas capaian prestasi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengonfirmasi telah menyiapkan skema penghargaan khusus berupa ibadah Umrah bagi peserta yang berhasil mengamankan podium juara di tingkat provinsi. Kebijakan stimulus ini telah diformulasikan sejak bergulirnya STQ di Galela hingga gelaran MTQ di Malifut.
Meski demikian, otoritas daerah mengingatkan agar insentif tersebut tidak mengaburkan substansi perjuangan spiritual para kafilah.
“Apresiasi berupa Umrah sedang dirampungkan oleh jajaran teknis. Namun, jadikan ini sebagai stimulus performa, bukan tujuan akhir. Nilai fundamental dari perjalanan ini adalah bagaimana menginternalisasi nilai suci Al-Qur’an melalui kerja keras dan dedikasi tinggi,” tambah Kasman.
Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada tim pelatih, pendamping, dan pengurus LPTQ yang dinilai berhasil menjaga ritme pembinaan dari level akar rumput hingga pelepasan kontingen hari ini.
Upacara pelepasan kafilah MTQ ke-31 ini ditutup secara simbolis melalui penyerahan bendera pataka daerah oleh Wakil Bupati kepada pimpinan kontingen, disusul doa untuk keselamatan dan target kemenangan total Halmahera Utara di Sofifi. (ask)














