KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Pelabuhan Ferry Gorua Halmahera Utara, memberikan klarifikasi terkait ketentuan tarif tiket penumpang anak setelah muncul unggahan di media sosial yang mempertanyakan pemberlakuan tarif bagi anak berusia di atas dua tahun.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman mengenai ketentuan tarif yang berlaku pada layanan penyeberangan Tobelo–Daruba (PP) dan Tobelo–Subaim (PP).
Supervisor ASDP Pelabuhan Ferry Gorua, Fany Abdul Rachman, menjelaskan sesuai ketentuan yang berlaku, anak berusia dua tahun ke atas wajib memiliki tiket penumpang dengan tarif Rp45.000, di luar biaya pas masuk pelabuhan.
Menurut Fany, sebagian masyarakat masih beranggapan anak di bawah usia tertentu tidak dikenakan tarif sehingga muncul persepsi keliru ketika anak yang telah berusia lebih dari dua tahun diwajibkan membeli tiket.
“Informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di media sosial. Sesuai ketentuan, penumpang usia dua tahun ke atas memang sudah dikenakan tarif penumpang. Sementara itu, demi memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa, kami mengambil kebijakan untuk tidak lagi memberlakukan tarif Rp5.000 bagi bayi usia 0 sampai 1 tahun, meskipun tarif tersebut sebenarnya diatur dalam ketentuan,” ujar Fany.
Ia menegaskan, kebijakan membebaskan tarif bagi bayi usia 0–1 tahun merupakan bentuk pelayanan ASDP kepada masyarakat dan tidak mengubah ketentuan utama mengenai batas usia penumpang yang wajib memiliki tiket.
Menurutnya, penetapan batas usia tersebut juga berkaitan dengan aspek keselamatan pelayaran, perlindungan asuransi, dan administrasi manifes penumpang, sehingga setiap penumpang yang telah berusia dua tahun ke atas harus tercatat secara mandiri dalam daftar manifes.
Karena itu, ASDP mengimbau masyarakat untuk memastikan usia anak saat melakukan pembelian tiket serta mengonfirmasi informasi kepada petugas apabila terdapat hal-hal yang belum dipahami. Dengan demikian, pelayanan penyeberangan di lintasan Tobelo–Daruba (PP) dan Tobelo–Subaim (PP) dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman. (ask)














