kierahainsight.id | Halut — Pengurus Daerah Ikatan Alumni Abna Alkhairat (PD-IKAAL) Kabupaten Halmahera Utara masa khidmat 2026–2030 resmi dilantik di Pesantren Alkhairat, Jalan PAM Gosoma, Kecamatan Tobelo, Sabtu (16/5).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Abna Alkhairat (PW-IKAAL) Provinsi Maluku Utara, Muhammad Abusama, dan berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Sekretaris Daerah Halut E.J. Papilaya, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, anggota DPRD Halut, para sesepuh Alkhairat, serta keluarga besar Alumni Abna Alkhairat.
Mengusung tema “Dari Alkhairat untuk Halmahera Utara, Sinergi Alumni dan Abna Menuju Masyarakat yang Cerdas dan Beradab,” kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara alumni Alkhairat dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di Halmahera Utara.
Ketua Panitia, Hasbullah S. Labado, mengatakan pelantikan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda organisasi semata, tetapi juga ruang konsolidasi moral dan pengabdian alumni Alkhairat bagi masyarakat.
“PD-IKAAL harus menjadi rumah besar yang terus menjaga semangat dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial. Alumni Alkhairat memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan nilai perjuangan para ulama dalam membangun masyarakat yang berilmu dan berakhlak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD-IKAAL Halmahera Utara, Abdillah Bailussy, menegaskan pentingnya membangun keseimbangan antara kecerdasan dan adab di tengah perkembangan era digital saat ini.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam pelantikan tersebut sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
“Halmahera Utara tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, adab, dan nilai keagamaan. Karena itu, IKAAL ingin hadir sebagai bagian dari kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Abdillah juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Halmahera Utara di lingkungan Alkhairat yang dinilai menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam di daerah.
“Kehadiran pemerintah daerah hari ini memberi energi dan harapan baru bagi keluarga besar Alkhairat. Ini menjadi tanda bahwa kolaborasi untuk membangun pendidikan dan sumber daya manusia di Halmahera Utara semakin terbuka,” ungkapnya.
Ketua PW-IKAAL Maluku Utara, Muhammad Abusama, mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian, bukan sekadar simbol struktural.
Ia menegaskan, Alkhairat sejak awal hadir sebagai gerakan pendidikan dan perjuangan umat yang harus terus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“IKAAL harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penguatan pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pembangunan nilai-nilai kebersamaan. Organisasi ini harus menjadi kekuatan sosial yang dekat dengan umat,” ujarnya.
Abusama berharap PD-IKAAL Halmahera Utara dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang maju dan harmonis.
Di kesempatan yang sama, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, yang juga didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina PD-IKAAL Halut, menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Alkhairat telah terbangun sejak lama.
Ia mengaku memiliki kedekatan historis dengan Alkhairat sejak masih bertugas di lingkungan Departemen Sosial pada era 1990-an.
“Bagi saya, Alkhairat memiliki jejak besar dalam perjalanan pendidikan dan pembinaan masyarakat di Maluku Utara. Karena itu, pemerintah daerah harus memberi perhatian yang lebih baik terhadap keberadaan dan kontribusi Alkhairat di Halmahera Utara,” tegas Piet.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan alumni pesantren.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Daerah ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk tokoh agama, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan, agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Alkhairat harus terus dijaga sebagai bagian dari kekuatan persatuan dan pembangunan bangsa.
Menurutnya, Alkhairat selama ini telah membuktikan diri sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kebangsaan.
“Warisan terbesar Alkhairat adalah persaudaraan dan semangat membangun umat. Karena itu, kita harus memperkuat kolaborasi, memperkecil perbedaan, dan bersama-sama menjaga masa depan daerah serta bangsa ini,” ujar Sarbin.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Alkhairat untuk terus menjaga persatuan dan menjadi bagian dari kekuatan moral dalam menghadapi tantangan sosial di tengah masyarakat.
Pelantikan PD-IKAAL Halmahera Utara tersebut diharapkan menjadi awal penguatan peran alumni Alkhairat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di Halmahera Utara. (ask)
















