kierahainsight.id | Ternate – Di tengah pesatnya perkembangan industri di Maluku Utara, Rektor Universitas Hein Namotemo, Dr. Hendriane Namotemo, mengingatkan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
Pernyataan itu disampaikan Hendriane saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Maluku Utara Tahun 2027 di Ballroom Hotel Bela, Ternate, Kamis (7/5).
“Kita melihat industri berkembang sangat pesat, namun kualitas SDM masih jauh dari harapan. Jangan sampai masyarakat kita hanya menjadi penonton karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi perkembangan industri,” ujarnya.
Menurut Hendriane, pertumbuhan investasi dan industri di Maluku Utara harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.
“Kalau industri berkembang cepat, maka SDM lokal juga harus dipersiapkan. Ini penting supaya masyarakat lokal mendapat ruang dan manfaat dari pertumbuhan daerah,” katanya.
Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam menyampaikan berbagai persoalan strategis daerah, termasuk kebutuhan pengembangan SDM yang relevan dengan dunia kerja dan industri.
“Perguruan tinggi tidak bisa hanya fokus di ruang akademik. Kami juga punya tanggung jawab untuk menyampaikan kebutuhan daerah, terutama terkait pendidikan dan pengembangan SDM,” tegas Hendriane.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat memberi perhatian terhadap pengembangan kampus-kampus lokal, khususnya melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami berharap ada dukungan nyata terhadap kampus-kampus lokal agar mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing sesuai kebutuhan pasar kerja,” lanjutnya.
Hendriane juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun SDM berkualitas demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku Utara.
“Kolaborasi harus diperkuat supaya pembangunan daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat lokal, bukan sekadar menghadirkan pertumbuhan industri,” pungkasnya. (ask)
















