PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
Berita  

Karhutla Ancam Lahan Produktif, Bupati Halut Dorong Sinergi TNI-Polri dan Pemda

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | Eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian mendekati kawasan perkebunan rakyat di Kabupaten Halmahera Utara memicu langkah siaga dari pemerintah daerah. Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, secara terbuka meminta seluruh instansi terkait memperkuat barisan pengamanan guna melindungi ruang penghidupan masyarakat dari ancaman kerusakan ekologis dan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin rapat perdana P4ED di Ruang Meeting FTJ Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Selasa (6/10). Di hadapan pejabat daerah dan pimpinan satuan kerja, Bupati menyoroti ancaman karhutla yang mulai menyasar sumber penghidupan petani.

“Kebakaran kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi mulai mengancam sumber penghidupan masyarakat. Lahan perkebunan yang ditanami kelapa, pala dan komoditas produktif lainnya memiliki nilai ekonomi bagi petani sehingga kerusakannya dapat berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat,” ungkap Bupati Piet.

Bupati meminta setiap kejadian kebakaran ditelusuri untuk memastikan penyebabnya berdasarkan fakta dan bukti di lapangan. Jika ditemukan indikasi pembakaran sengaja, aparat penegak hukum diminta mengambil langkah sesuai ketentuan.

“Setiap kejadian kebakaran perlu ditelusuri untuk memastikan penyebabnya berdasarkan fakta dan bukti di lapangan. Apabila ditemukan indikasi pembakaran secara sengaja, kami meminta aparat penegak hukum membantu melakukan penelusuran dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pemda juga diminta segera menginventarisasi lahan dan tanaman masyarakat yang terdampak sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan, termasuk penyediaan bibit dan dukungan bagi petani.

“Kami meminta dilakukan inventarisasi terhadap lahan dan tanaman masyarakat yang terdampak kebakaran. Pendataan tersebut diperlukan sebagai dasar pemerintah dalam menyiapkan langkah pemulihan, termasuk penyediaan bibit dan bentuk dukungan lainnya bagi petani,” imbuhnya.

Rapat tersebut dihadiri Asisten II Setda Halmahera Utara Drs. Wenas Rompis, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Pasi Ops Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Heri Susanto, serta AKP Anwar Sabari.

Bupati menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat terhadap setiap informasi titik api.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan masyarakat. Pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran harus diperkuat, sementara setiap informasi mengenai titik api perlu segera ditindaklanjuti untuk mencegah meluasnya kebakaran ke lahan produktif dan permukiman warga,” pungkasnya. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *