PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website
PT Assyifa Teknologi Nusantara - Jasa Pembuatan Website

Polisi Selidiki Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Efi-Efi–Gamhoku

banner 120x600

KIERAHAINSIGHT.ID | TOBELO – Kepolisian Resor Halmahera Utara menyelidiki penemuan kerangka manusia yang ditemukan di kawasan hutan perbatasan Desa Efi-Efi dan Desa Gamhoku, Kecamatan Tobelo Selatan. Korban yang belum diketahui identitasnya ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang sekitar 15 kilometer dari permukiman warga.

Kasi Humas Polres Halmahera Utara, IPTU Hopni Saribu, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan informasi awal diterima dari Polsek Tobelo Selatan setelah empat warga melaporkan penemuan kerangka saat berburu di kawasan hutan.

“Personel Polsek Tobelo Selatan telah menerima laporan masyarakat, melakukan penyelidikan awal, dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Halmahera Utara untuk penanganan lebih lanjut,” kata Hopni, Minggu (2/8).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kerangka manusia itu pertama kali ditemukan pada Kamis (30/7/2026). Empat warga Desa Efi-Efi yang sedang berburu melihat sesosok jasad tergeletak di rerumputan setelah menempuh perjalanan sekitar 15 kilometer dari desa.

Saat diperiksa, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut hingga hanya menyisakan tulang belulang. Korban diduga berjenis kelamin laki-laki. Polisi juga mencatat korban masih mengenakan kaus berwarna kuning yang dilapisi jaket merah, celana jeans, sementara di sekitar lokasi ditemukan sepatu berwarna biru bertali putih dan sebuah tas plastik merah.

Karena lokasi penemuan berada jauh di dalam hutan dan kondisi saat itu telah gelap, para saksi tidak dapat langsung melaporkan temuannya. Mereka kembali ke Desa Efi-Efi keesokan harinya, kemudian informasi tersebut baru diteruskan kepada personel Polsek Tobelo Selatan pada Sabtu (1/8) malam.

Menurut Hopni, proses evakuasi baru dilakukan pada Minggu (2/8). Selain mempertimbangkan faktor keselamatan personel, akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sehingga membutuhkan persiapan yang memadai.

“Lokasi penemuan berada sekitar 15 kilometer dari perkampungan dengan akses yang cukup sulit. Karena itu, evakuasi dan identifikasi dilakukan pada hari berikutnya setelah seluruh persiapan selesai,” jelasnya.

Polisi masih melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban sekaligus mengungkap penyebab kematiannya. Satreskrim Polres Halmahera Utara juga mengumpulkan keterangan para saksi dan akan melakukan olah tempat kejadian perkara sebagai bagian dari proses penyelidikan.

IPTU Hopni Saribu mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam beberapa bulan terakhir agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Laporan masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat proses identifikasi korban.

“Hingga saat ini identitas korban maupun penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan. Perkembangan penanganan kasus akan kami sampaikan setelah proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut selesai dilakukan,” tutupnya. (ask)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *